Cuplikan Novel Field of Gold Bab 29

oleh -140 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Halo sobat! Kali ini kami membawakan cuplikan dari novel China berjudul Field of Gold atau ladang emas, yuk simak. Kini kita akan mengintip bab 29. (Nindi)

Cuplikan Novel Field of Gold Bab 29

Yu Xiaocao belajar memasang perangkap dengan sangat cepat karena dia termotivasi. Menjelang siang, dia sudah bisa melakukan semua langkah sendiri. Sebelum dia menyadarinya, mereka telah memasuki bagian terdalam dari hutan.

Bruk!

Sebuah kacang besar jatuh dan mengenai kepala Shitou. “Aww! Siapa yang memukulku?” Shitou memegang kepalanya dan mengangkat matanya mencari siapa yang menyerangnya.

Bruk!

Kacang lain menimpa dahinya. Seekor tupai abu-abu mengintip melalui daun-daun dan memandang ketiga manusia dengan rasa ingin tahu.

“Tupai bodoh, beraninya kamu melemparku!” Shitou mengambil batu dan melemparkannya ke arah pohon. Tupai, dengan kacang lain di cakarnya, melesat melintasi cabang-cabang lalu menghilang.

Yu Xiaocao membungkuk dan mengambil ‘senjata mematikan’ dari tanah yang ternyata adalah hazelnut. Dia tertawa, “Shitou, kita dapat rejeki hari ini! Ini adalah pohon hazelnut, jika ditumis kacang ini rasanya enak sekali! Selesai memasang perangkap, kita harus memanen beberapa hazelnut sehingga kita punya lebih banyak variasi makanan selama musim dingin!”

Shitou tidak tertarik dengan ide itu dan menolak, “Aku tidak mau! Semua kerja keras itu tidak menguntungkan kita! Bukan kita yang memakan hazelnut ini!”

Zhao Han dengan cepat mengeluarkan ide di kepalanya dan menemukan solusi. “Jika kalian percaya padaku, kalian bisa taruh hazelnut di rumahku. Kapan pun kalian ingin memakannya, aku akan minta ibu memasaknya. Kalian bisa makan di rumahku!”

Itu bukan ide yang buruk! Yu Xiaocao senang. Lain waktu, dengan air batu ilahi, jumlah mangsa yang ditangkap tidak sedikit. Namun, dia benar-benar tidak bisa membawa pulang hasilnya karena tidak menguntungkannya. Mereka tidak punya tempat persembunyian. Sekarang, masalahnya sudah terpecahkan. Dan dia merasa sangat lega!

Zhao Han memanjat pohon hazelnut yang sangat tinggi. Dia memetik semua hazelnut matang dan membiarkannya jatuh ke tanah. Cara itu sangat lambat menurut Yu Ziacao, jadi dia mengambil dahan tebal dan mulai memukul pohon hazelnut. Daun dan ranting menghujani mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.