Cuplikan Novel Field of Gold Bab 37

oleh -109 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Halo sobat! Kali ini kami membawakan cuplikan dari novel China berjudul Field of Gold atau ladang emas, yuk simak. Kini kita akan mengintip bab 37. (Nindi)

Cuplikan Novel Field of Gold Bab 37

Mereka pergi tepat seperti yang direncanakan! Yu Xiaocao mengambil sejumlah uang dari dompet rahasia. Setelah berpikir sejenak, dia juga mengeluarkan seutas koin logam dan memasukkannya ke saku dadanya. Musim dingin datang lebih awal, jadi mulai terasa dingin. Banyak orang sudah mengenakan mantel musim dingin yang tebal. Sehingga tidak ada yang tahu Yu Xiaocao membawa seratus koin logam di dalamnya.

Yu Xiaocao gembira melompati jalan saat membawa keranjang besar. Shitou mengikuti dengan bersemangat juga saat menuju arah dermaga. Meskipun dermaga lebih dekat ke Desa Dongshan dibandingkan kota, masih sekitar satu jam berjalan kaki. Karena Yu Xiaocao dalam suasana hati yang baik, dia tidak merasa terlalu lelah pada saat sampai di sana. Mereka tiba di waktu tersibuk dermaga. Nelayan yang melaut baru saja kembali membawa hasil tangkapan. Sudut barat daya dermaga langsung menjadi pasar ikan.

Para pelayan yang ditugaskan majikan mereka sudah di sana lebih awal sehingga dapat memilih ikan dan seafood favorit tuan mereka. Selain itu, pembeli dari restoran, bar, dan rumah makan kecil juga menunggu untuk tangkapan segar hari itu.

Di dermaga ada beberapa kapal kargo yang baru menepi. Para pekerja dermaga di bawah arahan seorang mandor memuat barang dari kapal ke beberapa gerobak. Suara pedagang, teriakan, dan suara lainnya terdengar… bersamaan, menjadi suara khas dermaga yang sibuk.

Dalam suasana dermaga yang ramai dan padat, Xiaocao bisa merasakan dirinya tenggelam dalam lingkungan baru ini.

“Kakak Kedua, di sana ada tempat menjual makanan ringan. Aku pernah datang dengan ayah dan dia membelikan roti kukus raksasa yang terbuat dari tepung putih. Roti yang dibuat dari tepung putih sangat enak!”

Si penggemar makanan, Shitou, menunjuk ke sebuah jalan di pinggiran dermaga. Beberapa gubuk dibangun di sepanjang jalan dan embusan udara hangat bertiup bersama angin pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.