Cuplikan The Gifted Episode 2 Part 3

oleh -99 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Pernakah kamu bertanya apa gunanya belajar dengan keras? Kalimat tersebut adalah kalimat pembuka dari mulainya sebuah drama berjudul The Gifted. Mari kita simak cuplikan episode 2, part 3. Jika kamu belum mengecek cuplikan episode 1 kamu bisa cek ini. (Nindi) 

Sebagai mantan siswa Berbakat, Guru Pom bisa mengonfirmasi bahwa itu benar. Kemudian mendengar itu, si Gadis berkacamata mengangkat tangannya dan menanyakan potensi Guru Pom. Namun Guru Pom tidak mau memberitahu dan dia menyuruh agar si Gadis fokus saja pada potensi sendiri.

“Baiklah. Siapa yang sudah menemukan potensinya? Angkat tangan,” kata Guru Pom. Dan beberapa orang mengangkat tangan mereka. Kecuali si murid pria berkacamata dan Pang.

Murid pertama. Punn Taweesin. Dia orang yang selalu berusaha terbaik mungkin dan ada yang menyebutnya perfeksionis. Dia tipe orang yang cepat belajar. Dan akhir- akhir ini, saat dia menonton video, dia bisa langsung menirukannya. Lalu dia memberi contoh, seperti pemain basket, dia melemparkan sampah tepat ke dalam tong sampah

The Gifted Episode 2 Part 3

Keesokan harinya. Dalam kelas 4.2. Ohm mengambar sesuatu ia bukunya dan ketika dia melihat anak- anak yang sedang membolos melalui jendela, dia pun menjadi canggung sendiri. Kemudian saat guru menyuruh mereka untuk mengumpulkan PR, Ohm pun menjadi kebingungan, karena dia baru teringat bahwa dia belum ada mengerjakannya.

Lalu saat guru mendekati mejanya, Ohm berbohong. Dia mengatakan bahwa dia lupa membawa buku PR nya. Dan karena Ohm merupakan siswa Kelas Berbakat, maka guru pun mengabaikannya yang tidak mengerjakan PR dan memarahi murid lain yang tidak mengerjakannya.

DiKelas Berbakat. Guru Pom mulai berbicara terang- terangan, karena semua murid sudah mengetahui tentang maksud Kelas Berbakat ini. Sementara Ohm yang berada dibelakang, dia tidak fokus mendengarkan, karena dia sedang mencari penanya, namun tidak ada. Dan Ohm pun memanggil Pang untuk meminjam penanya, tapi sayangnya Pang hanya membawa satu saja.

Si Gadis Kacamata yang duduk didepan dan mendengar itu. Dengan baik hati, dia meminjamkan pena nya kepada Ohm. Dan tentu saja, Ohm menerimanya dengan senang.

Source: K-adramanov

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.