Fast Food VS Slow Food, Mana yang Lebih Baik?

oleh -14 views
source: pinterest

ZETIZEN RADAR CIREBON – Fast food vs slow food mana yang lebih baik kita pilih? Sebelum membahas itu, apa sih fast food dan slow food ini? Jadi, fast food adalah penyajian makanan secara cepat dan secara massal untuk kecepatan pelayanan dalam hitungan menit. Makanan sehari hari yang sering kita jumpai yang tergolong makanan fast food adalah nasi padang ataupun makanan yang ada di warteg. Kenapa disebut fast food? Karena makanan tersebut sudah tersedia dan kita tak perlu menunggu lama. (tika)

Fast food berbeda dengan junk food. Jika fast food adalah cara penyajian makanan sedangkan junk food adalah makanan yang kandungan gizinya tidak seimbang. Tidak semua fast food termasuk junk food lho guys! Namun, kita juga masih tetap bisa memakan junk food yang penting dengan porsi yang tidak berlebihan. KIta juga dapat mengaturnya agar tetap meiliki kandungan gizi yang seimbang.

Selanjutnya, slow food adalah kebalikan dari fast food. Slow food adalah penyajian makanan secara lambat. Hal ini karena dalam proses penyajiannya, setelah memesan makanan, kita harus menunggu beberapa saat karena petugas akan memasak makanan tersebut terlebih dahulu. Contoh makanan Indonesia yang tergolong slow food diantaranya soto, gado-gado, pecel lele, dan lain sebagainya yang membuat kita harus menunggu dahulu.

Ada tips dalam memilih fast food, mau tau? simak tips berikut ini ya.

1. Jangan lupa makan buah dan sayuran

Memakan makanan jenis fast food banyak mengandungb kalori tetapi kandungan lainnya masih kurang. Jangan lupa untuk tetap menyertakan buah-buahan dan sayuran. Saat ini banyak fast food yang sudah menyertakan sayuran, seperti salad atau kalau di Indonesia kita menyebutnya lalapan.

2. Pilih satu jenis menu makanan pokok

Dalam menu fast food biasanya ada beberapa pilihan makanan pokok. Jika sudah menggunakan nasi dalam menu, sebisa mungkin tidak perlu menambah kalori lainnya seperti kentang goreng. Pastikan untuk tidak menambah kalori yang terlalu banyak.

3. Hindari minuman berasa

Minuman berasa merupakan minuman yang mengandung banyak gula. Minuman berasa yang banyak mengandung gula dapat meningkatkan kalori juga. Oleh karena itu, pilih menu yang banyak mengandung vitamin seperti jus buah dan banyak meminum air mineral agar tetap terhidrasi.

4. Atur jadwal makanan fast food

Pada prinsipnya, makan fast food ataupun slow food sama sama baik selama porsinya tidak berlebihan. Sebisa mungkin atur frekuensi fast food dengan tidak terlalu sering, sesekali tidak apa-apa.

Jadi mengenai fast food vs slow food, bagaimana tanggapanmu?

 

baca juga :

6 Kesalahan Merawat Kulit Wajah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *