Hamka, Ulama dan Tokoh Masyarakat yang Bersih

oleh -299 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – “Hamka bukan hanya milik bangsa Indonesia. Tetapi, kebanggaan bangsa-bangsa Asia Tenggara.” Begitulah kata mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Abdul Razak. (Indah)

Nama besar Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) memang tidak hanya terbatas di wilayah nusantara, tetapi juga bergaung di seluruh Asia Tenggara. Sang ulama ini lahir di Maninjau, Sumatera Barat, pada 16 Februari 1908. la adalah salah seorang murid tokoh pergerakan Islam, H.O.S. Tjokroaminoto.

Tidak mengherankan kalau ia tumbuh dalam naungan kaidah-kaidah Islam. Hamka terkenal sebagai salah satu tokoh organisasi Islam modern Muhammadiyah. Bahkan ia bisa disebut sebagai tokoh utama berdirinya organisasi Muhammadiyah wilayah Sumatera Barat. “Muhammadiyah itu lahir di Yogyakarta, tapi besar di Sumatera Barat,” demikian ia pernah berkata. Hamka terkenal sebagai ulama dan tokoh masyarakat yang bersih.

Nalurinya yang bersih itu membuat Hamka menjadi sosok yang paling keras menentang kebijakan Bung Karno untuk menerapkan Demokrasi Terpimpin. Meskipun ia adalah anggota Konstituante (1955), tetapi kritiknya dalam sidang Konstituante di Bandung tak mendapat respond. Sistem demokrasi ultra absolut ini tetap berjalan.

Baca Juga: Profil Ibnu Sutowo, Mantan Dirut Pertamina Part 2

Protesnya berbuah pemberangusan. Pada tahun 1964, Hamka tertangkap tanpa pernah diadili dan baru bebas setelah pemerintahan Orde Lama tumbang. Selama dalam tahanan, ia sempat menyelesaikan tafsir Alquran yang bernama Tafsir AI-Azhar. Sepuluh tahun (1974) kemudian ia menerima gelar doktor honoris causa dari Universitas Kebangsaan Malaysia.

Source: 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.