Intip Chapter 28 Death is the Only Ending for Villain

oleh -176 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Halo sobat! Kali ini kami membawakan cuplikan dari novel Korea berjudul Death is the Only Ending for Villain, yuk simak. Kini kita akan intip chapter 28. Jika kamu belum baca bab prolog, kamu bisa klik ini. (Nindi) 

Intip Chapter 28 Death is the Only Ending for Villain

“Pertama, bisakah kamu menjauhkan ini dariku?”

Tanyaku kepada Eclise, melihat sekilas pedang kayu yang hampir menyentuh leherku.

“……Ah.”

Dengan sigap, dia mengangkat tangannya dan menjauhkan pedang kayu nya dariku.

Suara mendesing-.

Saat itu, bayangan benda panjang terlihat olehku.

Aku refleks menutup mataku.

Aku tahu dia tidak akan menebasku dengan pedang kayu itu.

Suara benda retak Retak-!

Ketika aku membuka mata lagi ketika aku mendengar sesuatu yang retak.

Aku melihat ke bawah ke tanah dan melihat pedang kayu itu telah patah yang telah terlempar dengan sangat keras.

‘Apa ……’

Saat aku menegakkan kepalaku kepalaku, Eclise berlutut diatas genangan lumpur.

“Nona.”

“…….”

“Maafkan aku.”

Dia meminta maaf, berlutut di tanah.

“Beraninya aku …….”

Kerutan di wajahnya mirip seperti anak kecil yang merengek dan ingin menangis.

“Hukumlah aku.”

Shaaa- Hujan mulai turun lebih deras dari sebelumnya.

Tetesan hujan turun terus menerus dari hidung dan dagunya terus menerus. Dia tampak sangat sedih dan menyesal.

Tapi kemudian aku segera menyadari di mana eclise melihat cincin yang aku pakai.

Cincin merah delima yang aku miliki di jari telunjuk tangan kiriku.

Sebuah desahan tipis keluar dari mulutku.

Aku melihat ke Eclise dan pedang kayu yang patah itu.

“Siapa tahu dia mungkin mendatangiku saat aku menggerakkannya, meski dia menyuruhku menghukumnya.”

Pedang kayu itu sekarang setengah terkubur di bawah lumpur.

Ujung tajam pedang kayu masih menyembul dari lumpur. Jika aku jatuh di atasnya, maka itu mungkin saja …….

‘Ahh …….’

Aku gemetar karena pikiran yang mengerikan itu.

Tiba-tiba, aku diingatkan tentang pilihan garis yang telah aku matikan untuk sementara waktu.

‘Jika aku memainkan permainan ini, maka aku akan mati konyol dalam adegan ini.’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.