,

Kuliner Khas Bandung yang Wajib Kamu Cicipi

oleh -378 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Bandung memiliki ratusan destinasi wisata yang keren. Mulai dari spot wisata alam, museum, hingga tempat berwisata belanja. Tapi bukan hanya karena itu saja yang membuat Bandung menjadi salah satu tujuan wisata favorit traveller luar dan dalam negeri. (mrg)

Kulinernya yang istimewa menjadi alasan lain untuk mengunjungi kota ini. Makanan khas Bandung memang dikenal sangat variatif dan memiliki cita rasa yang tinggi. Namun demikian, kamu tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk bisa mendapatkannya.

Berikut ini adalah daftar kuliner khas Bandung yang wajib kamu cicipi ketika kamu datang berkunjung. Check this out!

 

Seblak

 

 

Kuliner khas Bandung yang pertama adalah Seblak. Pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan kuliner yang satu ini ya kan? Rasa pedas dan gurihnya yang khas sangat diminati oleh kalangan muda.

Seblak adalah salah satu makanan khas bandung yang mungkin sudah mulai merebak dan bisa ditemukan di beberapa kota lain. Namun menikmati sepiring seblak langsung di kota asalnya tentu akan menambah nikmatnya olahan unik ini.

Seblak terdiri dari kerupuk basah yang direbus kemudian dicampur dengan bumbu pedas. Biasanya bumbu-bumbu yang dicampur meliputi cabai, bawang putih, garam, dan ada pula yang menambahkan kencur atau aneka rempah-rempah lainnya.

Selain krupuk, olahan seblak juga kian bervariatif dengan tambahan sayur, mie, sosis, bakso, jamur, daging ayam, daging sapi, telur, makaroni, dan masih banyak lagi. Seblak sebenarnya terdiri dari dua jenis, yaitu seblak kering dan seblak basah. Pada umumnya, yang lebih terkenal hingga mulai merambah ke kota-kota luar bandung adalah seblak basah.

Untuk itu, jika anda merasa penasaran dengan rasa sebalk kering, maka datang langsung saja ke kota asli asal seblak. Anda pun tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk dapat menikmati sepiring seblak. Cukup dengan membayar sekitar 8 sampai 12 ribu rupiah, anda akan dapat menikmati sajian seblak.

 

Colenak

 

 

Colenak diambil dari kata ‘dicocol enak’. Kuliner ini sebenarnya adalah tape ataupun peyeum yang dibakar kemudian disiram dengan bahan khusus. Bahan tersebut terdiri dari campuran gula jawa cair serta parutan kelapa.

Berdasarkan desas desus yang beredar, colenak sudah mulai dikenal oleh masyarakat Bandung sejak tahun 1930-an. Terlepas dari kebenaran kabar tersebut, colenak hingga saat ini masih menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Bandung. Tentunya anda juga tidak boleh melewatkan kesempatan untuk mencicipi makanan ini ketika berkunjung ke Bandung. Rasa dari colenak juga mengalami perubahan. Kini, tersedia rasa nangka serta durian yang bisa anda pilih.

 

Baca Juga : Kuliner Khas Tasikmalaya yang Wajib Kamu Cicipi

 

Peuyeum

 

 

Ketika membicarakan sajian kuliner dari Bandung, tidak akan lengkap rasanya apabila belum melibatkan peyeum. Yap, makanan satu ini telah bertahun-tahun menjadi ikon oleh-oleh yang selalu mengisi tas-tas para wisatawan yang kembali ke daerah asalnya.

Peyeum adalah makanan sejenis tape namun memiliki tekstur yang lebih kering. Apabila tape biasanya mengandung banyak air yang terasa manis dan sedikit masam, maka peyeum sebaliknya meski dibuat dari bahan yang sama, yaitu singkong. Proses pembuatan peyeum tidaklah sulit.

Pertama-tama, singkong dikupas dan dibersihkan. Kemudian dikukus hingga matang dan didinginkan. Setelah itu, singkong ditaburi dengan ragi dan disimpan dalam sebuah wadah kemudian ditutup. Singkong baru dibuka kembali setelah 2 atau 3 hari.

Selain dikonsumsi begitu saja dengan secangkir the, peyeum juga sangat nikmat apabila digoreng, apalagi dengan tambahan topping berupa keju ataupun cokelat. Harganya yang murah serta ketahanannya yang lumayan lama membuat banyak wisatawan menjadikannya sebagai oleh-oleh.

 

Nasi Timbel

 

 

Bagi kamu yang terbiasa dengan kesibukan kota sehingga hanya menyantap makanan restoran yang itu itu saja, wajib hukumnya untuk mencoba sajian kuliner ini. Yang unik dari nasi timbel adalah sajiannya yang menggunakan daun pisang. Rasa nasi putih hangat yang menyatu dengan daun pisang membuat rasanya begitu unik dan khas. Apalagi dengan tambahan lauk seperti tahu goreng, ayam goreng, tempe goreng, serta sambal dan lalapan, rasanya semakin memanjakan lidah.

Konon katanya, nasi timbel ini berasal dari kebiasaan para istri-istri yang membuatkan bekal makan siang untuk para suaminya yang sedang bekerja di sawah. Mereka menggunakan daun pisang sebagai pembungkusnya karena lebih mudah didapat dan praktis.

 

Sumber : Gotravelly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.