Mengenal Gaya Hidup Minim Sampah, Sudah Tahu?

oleh -97 views
source: thegoodtrade.com

ZETIZEN RADAR CIREBON – Setiap hari kita pasti menghasilkan sampah, baik organik maupun anorganik.  Tapi, apakah kamu sudah mengenal gaya hidup minim sampah? Gaya hidup minim sampah atau dikenal dengan Zero Waste Lifestyle adalah gaya hidup dengan meminimalisasi sampah yang terbuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Gaya hidup ini bisa juga disebut sebagai gaya hidup berkesadaran. Artinya, segala pilihan dan keputusan yang kita buat dilakukan secara berkesadaran. (tika)

Gaya hidup minim sampah bukan hanya mengurangi sampah plastik atau sedotan plastik, tetapi juga dengan melihat sistem yang menyeluruh. Misalnya, menggunakan listrik secara berlebihan. Karena kita tahu bahwa listrik yang kita pakai akan menyebabkan kerusakan lingkungan akibat tambang batu bara yang ada di tempat lain. Selain itu, penggunaan produk-produk yang mengandung mikroplastik juga akan mencemari lingkungan.

Oleh karena itu, ada beberapa cara untuk membiasakan diri dengan gaya hidup minim sampah dengan 6R, apa saja ya? Simak yuk!

1.Rethink

Konsep 6R yang pertama adalah rethink atau pikirkan ulang. Maksudnya, ketika kamu akan membeli suatu barang, pikirkan berulang kali apakah kamu benar-benar membutuhkan barang tersebut atau tidak. Selain itu, saat kamu berbelanja jangan lupa membuat catatan apa saja yang dibutuhkan untuk dibeli, cara itu digunakan agar fokus pada apa yang dibutuhkan.

2. Refuse

Refuse atau menolak adalah sebisa mungkin menolak barang-barang yang berpotensi menjadi sampah.  Menolak merupakan langkah kecil yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bumi. Misalnya, saat berbelanja kamu bisa menolak kantong plastik dan membawa reusable bag sendiri. Apa saja yang perlu kita tolak? Seperti plastik sekali pakai, sedotan, dan sebagainya.

3. Reduce

Reduce atau mengurangi yaitu menggunakan barang-barang yang sesuai kebutuhan, tidak berlebihan. Misalnya, dengan membeli bahan makanan yang sudah dicatat sebelumnya. Sebisa mungkin kita mengurangi pengeluaran

4. Reuse

Setelah mengurangi, selanjutnya kita reuse atau menggunakannya kembali  barang-barang yang sudah kita miliki. Misalnya, mengalihfungsikan baju yang sudah tidak layak pakai menjadi kain lap untuk bersih-bersih rumah. Kita juga bisa memanfaatkan sisa organik menjadi eco-enzyme , misalnya membuat cairan pembersih serbaguna dari fermentasi kulit buah.

5. Recycle

Selanjutnya, kita pisahkan sampah organik atau anorganik. Kemudian, setelah dipisahkan sesuai kategori kita serahkan ke bank sampah terdekat untuk didaur ulang. Kita juga bisa mendaur ulang menjadi barang lain sesuai kreativitas, misalnya mendaur ulang bekas ember cat menjadi pot atau botol plastik menjadi kreasi unik.

6. Rot

Terakhir, adalah rot atau mengompos sisa sisa organik. Dinas Lingkungan Hidup memperkirakan 70% sampah di TPA Indonesia merupakan sampah organik. Sampah organik dan sampah anorganik yang bercampur juga menimbulkan bau yang tidak sedap dan berbagai penyakit. Dengan mengompos, kita mengurangi sampah organik ke TPA, mencegah terbentuknya gas metana, dan mengembalikan unsur nutrisi dari alam kembali ke alam.

Gaya hidup minim sampah bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimulai kapan saja juga dimana saja. Itu tadi cara yang bisa kamu lakukan dengan cara yang mudah dan gratis!

Baca juga :

5 Manfaat dari Gaya Hidup Minimalis

Sudah Tahu Apa Itu Sustainable Fashion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *