Pernah Nonton Film Tjokroaminoto? Ini Profilnya Part 1

oleh -173 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – “Kita diberi makan bukan hanya karena kita butuhkan susunya.” Itulah ekspresi patriotisme Haji Oemar Said Tjokroaminoto untuk menentang pengisapan dan eksploitasi oleh pemerintahan kolonial. (Indah)

HOS Tjokroaminoto merupakan orang pertama yang meneriakkan Indonesia merdeka. Hindia Belanda takut dengan sosok beliau dan pengaruhnya. De Ongekroonde van Java atau “Raja Jawa Tanpa Mahkota” adalah julukan pemerintah kolonial Belanda untuknya.

Laki-laki kelahiran Desa Bakur, Tegalsari, Ponorogo, Jawa Timur pada tahun 1883 ini memang tak memiliki pendidikan formal. Putera dari Raden Mas Tjokroamiseno ini hanya lulusan akademi pamong praja Opleiding School Voor Inlandse Ambtenaren (OSVIA) di Magelang.

Baca Juga: Hamka, Ulama dan Tokoh Masyarakat yang Bersih

Ia adalah otodidak yang memiliki pengaruh kuat di kalangan rakyat jelata. Bahkan tidak sedikit rakyat yang menganggapnya sebagai Ratu Adil, karena gagasannya  melebihi zaman serta selalu berpihak kepada rakyat dan tanah airnya. Tapi, seperti yang tertulis dalam karya sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara, dalam bukunya Menemukan Sejarah, Wacana Pergerakan Islam di Indonesia, Tjokro justru menolak sebutan itu. Ia justru mengingatkan bangsa Indonesia untuk bekerja keras menciptakan Indonesia merdeka.

Karir Tjokroaminoto berawal setelah ia bertemu dengan Haji Samanhudi, pendiri Sarekat Dagang Islam (SDI), di Surabaya pada 1912. Saat itu Tjokro mengusulkan perubahan nama SDI menjadi Sarekat Islam – tanpa meninggalkan misi dagangnya – agar lebih luas cakupannya. Usul itu langsung Samanhudi terima dan ia meminta agar Tjokro menyusun anggaran dasar SI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.