Pernah Nonton Film Tjokroaminoto? Ini Profilnya Part 2

oleh -339 views
Source: WordPress.com

ZETIZEN RADAR CIREBON – Tanggal 10 September 1912 SI pun resmi berdiri dengan Samanhudi menjadi ketua dan Tjokro menjadi komisaris untuk Jawa Timur. Pada 1915, Tjokro menjadi ketua Central SI yang merupakan gabungan dari SI di daerah-daerah. Sejak saat itu Tjokroaminoto terus berjuang mengukuhkan eksistensi SI. Dalam naungan organisasi ini Tjokro berjuang untuk menghapuskan diskriminasi usaha terhadap pedagang pribumi. Dengan kata lain, SI berupaya menghilangkan dominasi ekonomi penjajah Belanda dan para pengusaha keturunan Cina. (Indah)

Maret 1916, SI diakui secara nasional oleh pemerintah Hindia Belanda. Memang, berbeda dengan pemuda keturunan bangsawan lainnya, H.o.s. Tjokroaminoto merupakan tokoh yang berupaya keluar dari belenggu budaya Jawa.

Tidak mengherankan kalau ia tidak memilih organisasi Budi Utomo sebagai wadah perjuangannya. Padahal Tjokroaminoto layak bergabung dalam organisasi eksklusif priyayi itu. Ayahnya, RM. Tjokroamiseno adalah Wedana di Kleco, Madiun; sedangkan kakeknya, RM Tjokronegoro adalah Bupati Ponorogo.

Gagasan Tjokroaminoto

Selain kemerdekaan Indonesia, pokok gagasan Tjokro yang terkenal adalah pentingnya kebebasan berpolitik serta perlunya membangkitkan kesadaran akan hak-hak kaum pribumi. Gagasan patriotiknya bisa terlihat dalam berbagai ceramah dan tulisan di media massa seperti Bintang Surabaya, Utusan Hindia, Fajar Asia.

Tjokroaminoto juga melakukan gerakan penyadaran itu terhadap anak-anak muda yang indekos di rumahnya di Surabaya. Ia ingin bangsa Indonesia memiliki pemerintahan sendiri dan terbebas dari belenggu penjajahan.

Paling tidak, untuk tahap awal, bangsa Indonesia bisa menyalurkan suaranya dalam masalah politik, misalnya, lewat pembentukan sebuah parlemen sebagai perwujudan prinsip demokrasi. Dengan begitu, kehidupan bangsa Indonesia diatur oleh perundangan-undangan yang diputuskan oleh bangsa Indonesia sendiri dalam lembaga itu.

Baca Juga: Pernah Nonton Film Tjokroaminoto? Ini Profilnya Part 1

Gagasan Tjokroaminoto itu ia lontarkan dalam tengah-tengah Kongres Nasional Pertama Central Sarekat Islam pada tahun 1916. Tentu saja, masa itu pandangan tersebut dinilai sangat luar bias a berani dan progresif. Tak lama setelah ia mengusulkan pembentukan sebuah parlemen, tepatnya pada 1918, pemerintahan kolonial Belanda bersedia membentuk Dewan Rakyat 77 (Volksraad).

Tjokroaminoto dan tokoh SI lainnya, yaitu Abdul Muis dan Agus Salim terpilih sebagai anggota dewan itu. Mereka pun bertekad untuk membentuk parlemen sejati. Ketiganya sempat mengeluarkan mosi agar anggota parlemen dipilih dari dan oleh rakyat, serta membentuk pemerintahan yang bertanggung jawab kepada parlemen. Sayang, mosi itu ditolak oleh pemerintah kolonial Belanda. Hal itu pulalah yang memaksa SI untuk mengambil alih sikap nonkooperasi dengan pemerintah.

Perubahan Sarekat Islam

Pada kongres tahun 1923 di Madiun, SI akhirnya berubah menjadi partai politik, dengan nama Partai Sarekat Islam (PSI). Partai itu bertekad untuk menentang pemerintah Belanda yang melindungi kapitalisme. Sayang, sebelum cita-citanya terkabul, pada 17 Desember 1934, Tjokro harus menghadap Sang Khalik. Tapi, ia meninggalkan seorang murid yang kelak akan meneruskan harapannya. Soekarno pun mengakuinya: “Tjokroaminoto adalah salah satu guru saya yang amat saya hormati. Kepribadian dan Islamismenya sangat menarik hati saya.”

Source: 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.