Sebagai Pelajar Akpol, Kamu Harus Tahu Tokoh Ini

oleh -195 views
Source: WordPress.com

ZETIZEN RADAR CIREBON – “Aku tak dapat meninggalkan apa-apa kepada anak-anakku. Aku hanya meninggalkan nilai-nilai yang idiil.” Begitulah bunyi kalimat yang tertoreh di bawah patung Prof. Djokosoetono di Gedung Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Rawamangun. Belau adalah Ketuwa Guru Besar Akpol pertama. (Indah)

Sebagai pakar iImu negara, Djoko, pelopor institusi kepolisian ini pernah mencetuskan pemikiran yang jernih tentang istiIah “negara hukum demokratis” dan tipe negara hukum. Menurutnya, istilah tersebut salah. Sebab konsep tersebut berkonotasi bahwa yang utama adalah negara hukum. Padahal negara hukum hanya membatasi ekses yang mungkin timbul dad demokrasi.

Seandainya konsep ihwal demokrasi ini dipahami oleh setiap pelaku kekuasaan, barangkali hukum di Indonesia akan lebih berdaya. Lahir di Surakarta, 5 Desember 1903, Djokosoetone meraih gelar Meester in de rechten (Mr) pada tahun 1938. Mental nasionalisme terlihat saat ia menjadi orang pertama yang dengan sukarela mengganti gelar Mr. menjadi sarjana hukum.

Baca Juga: Sinopsis Film Triple 9, Aksi Pengkhianatan yang Berujung Kekacauan

Djoko yang ikut merintis pendirian VI dan dekan pertama Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat ini, juga memelopori pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmiah untuk mengajar ilmu hukum. Kontribusi Djoko pada tatanan bangsa tidak bisa terhitung.

Ia adalah pendiri Akademi Ilmu Polisi (AlP) – yang dalam perkembangan selanjutnya bernama PITK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian) -, yang sekarang menjadi akademi kepolisian (Akpol). Djokosoetono juga pencetus Tri Brata, pedoman hidup kepolisian Indonesia. Ia adalah sejarah, yang turut menentukan jalannya sejarah bangsa. Ia menghadap Sang Pencipta pada 6 September 1965.

Source: 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.