Social Justice Warrior? Apakah Artinya?

oleh -168 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Sudah sepatutnya kita sebagai umat manusia wajib menjunjung tinggi unsur keadilan pada diri kita masing-masing. Sebagai manusia kita harus adil dengan sesama, adil dalam hak dan kewajiban, adil dalam berpendapat, adil dalam memberi maupun menerima, dsb. Tapi, sekarang kata adil itu sudah banyak disalahgunakan oleh banyak orang. Rata-rata orang yang menginginkan sebuah keadilan semata-mata hanya untuk dirinya sendiri. Oleh karena itu, makna adil yang sesungguhnya menjadi abu-abu. Orang-orang itu pun dinamakan para Pejuang Keadilan Sosial atau biasa disebut dengan Social Justice Warrior (SJW).

Tapi, apa sih arti SJW itu? Apakah semua SJW itu buruk? Bagaimana sih ciri-ciri seseorang dapat dikatakan SJW? Yuk kita simak artikel berikut ini. (mrg)

 

Asal Usul

 

Istilah keadilan sosial atau “social justice” sudah ada sejak 1824 dan mengacu pada keadilan di tingkat masyarakat. Sejak awal 1990-an sampai awal 2000-an, pejuang keadilan sosial atau “social-justice warrior” digunakan sebagai kata netral atau pujian.

Jadi, orang-orang seperti ini sudah ada dari dulu. Namun, mereka memang benar-benar membela dan menegakan suatu keadilan yang memang harus ditegakan.

Penggunaan istilah SJW mulai berkembang pesat di tahun 2015. Ia bahkan masuk ke dalam Oxford Dictionary. Mula-mula, Social Justice Warrior itu sendiri dipakai pada tahun 1991 dengan tujuan apresiatif pada aktivis Kanada, Michel Chartrand, yang menentang ketidakadilan dalam masyarakat.

Selain itu, tujuh tahun setelah 1991, istilah Social Justice Warrior pun kembali digunakan, kali ini merujuk pada anggota gerakan Homeless Action Coalition yang bergerak memperjuangkan kepentingan tunawisma.

Jadi, dapat kita lihat SJW itu merupakan sebuah istilah yang positif bukan?

 

Baca Juga : Sudah Tahu Journaling? Ini Manfaatnya!

 

SJW yang Sekarang

 

Sayangnya, istilah Social Justice Warrior ini lantas berubah makna yang tak lagi jadi pujian, alias menjadi kata peyoratif.

Dikuti dari Fee.orgSocial Justice Warrior mendadak tak lagi jadi “seksi” karena kepositifannya. Malah, bagi banyak orang saat ini, ungkapan SJW bisa bermakna sebagai hinaan atau insult. Loh, loh, kok bisa?

Jawaban dari problematika ini hanya satu: konotasi. Masih menurut Oxford Dictionary, SJW ternyata juga diberi makna “a person who expresses or promotes socially progressive views”. Wikipedia bahkan menjelaskan lebih spesifik. Di sana, tertulis bahwa SJW adalah sebuah istilah peyoratif bagi seseorang dengan pandangan progresif sosial, termasuk feminisme, hak sipil, multikulturalisme, dan politik identitas.

Know Your Meme konon pernah menjelaskan istilah Social Justice Warrior sebagai berikut:

“A pejorative label applied to bloggers, activists and commentators who are prone to engage in lengthy and hostile debates against others on a range of issues concerning social injustice, identity politics and political correctness. In contrast to the social justice blogosphere at large, the stereotype of a social justice warrior is distinguished by the use of overzealous and self-righteous rhetorics [sic], as well as appealing to emotions over logic and reason.”

Atau, dapat kita simpulkan bahwa SJW adalah istilah yang diberikan pada orang dianggap selalu merasa sok benar dan berupaya “memikat” emosi melalui teori logika dan alasan-alasan yang dipunyainya, demi meninggikan derajatnya atau kepentingan lainnya yang menyangkut dirinya sendiri.

Bahkan, SJW juga dapat disebabkan karena adanya orang-orang yang suka mempermasalahkan sesuatu yang padahal seharusnya bukan sebuah masalah.

Mau tau contohnya? ya contohnya kasus baru-baru ini aja. Tentang Kristen Grey, bule yang dideportasi dari Bali lantaran tidak memiliki identitas yang jelas dan visa yang sudah kadaluarsa. Tapi dia malah berfikiran bahwa alasan dia dideportasi lantaran ia merupakan penganut LGBT dan orang kulit hitam (BLM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *