Cuplikan The Gifted Episode 3 Part 9

oleh -121 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Pernakah kamu bertanya apa gunanya belajar dengan keras? Kalimat tersebut adalah kalimat pembuka dari mulainya sebuah drama berjudul The Gifted. Mari kita simak cuplikan episode 3 part 9. Jika kamu belum mengecek cuplikan episode 1 kamu bisa cek ini. (Nd) 

The Gifted Episode 3 Part 9

Pada malam hari. Pang menemui Namtaan yang telah menunggunya di depan sebuah pintu bundar. Dan dengan heran, Pang bertanya mengapa Namtaan memanggilnya dan apa Namtaan melarikan diri dari klinik.

Namun Namtaan mengabaikan pertanyaan Pang dan membahas tentang Chanon. “Ini tempat P’Chanon bertemu Guru Pom untuk terakhir kali,” jelas Namtaan.

“Jadi?” “Ada yang aneh dengan formulir pengunduran dirinya. Kamu ingat tanda tangannya? Itu tertanda tanganin dengan pulpen Guru Pom. Pulpen yang selalu berada dekat dengan .”

“Maksudmu, Guru Pom menyembunyikan sesuatu?” tanya Pang. Dan Namtaan mengiyakan.Lalu dengan sedikit heran, Pang pun menanyakan, jadi apa alasan Namtaan memanggilnya ke sini.

Dan ternyata itu adalah karena Namtaan ingin Pang membantunya untuk membuka kunci pintu tersebut. Karena dia ingin menyelidiki ruangan itu dengan kekuatannya.“Kumohon,” pinta Namtaan.

“Entah aku bisa atau tidak,” balas Pang sambil mencoba. Dan ternyata Pang berhasil. Dengan bersemangat, Namtaan meminta Pang untuk tolong memegangkan bukunya. Dan kemudian dia memakai jaket milik Chanon.

Melihat itu, Pang pun mengingatkan bahwa Namtan sudah terlalu banyak memakai potensi nya hari ini. Tapi dengan sikap keras kepala, Namtaan membalas bahwa dia tidak apa- apa.

“Mana mungkin. Wajahmu pucat dan tadi kamu pingsan. Aku mencemaskanmu. Kita lakukan lain kali saja ya,” pinta Pang.

Dan Namtaan mengoke kan. Tapi saat akan pergi, Namtaan berpura-pura menyebutkan nama Guru Pom dengan raut terkejut.

Sehingga perhatian Pang teralihkan. Dan saat itu, Namtaan langsung masuk ke dalam ruangan dan menguncinya dari dalam.

“Jangan lakukan ini! Namtaan!” teriak Pang sambil mengendor pintu. “Tidak ada lain kali. Ini hari terakhirku punya kekuatan special,” balas Namtaan.

Dan dengan buru- buru, Pang segera berlari untuk mencari jalan masuk yang lain. Karena Namttan tidak lagi mendengarkan ia. Di dalam tempat yang seperti gudang.

Source: K-adramanov

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.