Cuplikan The Gifted Episode 4 Part 2

oleh -133 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Pernakah kamu bertanya apa gunanya belajar dengan keras? Kalimat tersebut adalah kalimat pembuka dari mulainya sebuah drama berjudul The Gifted. Mari kita simak cuplikan episode 4 part 2. Jika kamu belum mengecek cuplikan episode 1 kamu bisa cek ini. (Nd) 

The Gifted Episode 4 Part 2

Semua pemeran utama punya mimpi. Mimpiku, berakting. Meski aku harus memakai potensiku sebagik mungkin. Dan potensiku adalah… melihat perasaan semua orang.

Aku melihat perasaan orang lain dalam bentuk warna. Kuning berarti percaya diri. Oranye berarti kebahagiaan. Akhirnya adalah pemilihan untuk pemeran putri.

Dan menggunakan kekuatannya, Claire melihat perasaan peserta yang berdiri didepannya.Ungu berarti ketakutan. Kekuatanku memungkinkan ku memahami perasaan orang lain.

“Kalau kamu ketakutan, lebih baik pulang saja dan menangis seperti bayi,” bisik Claire kepada peserta di depannya. Dan karena memang takut, maka si peserta mulai menangis dan dia turun dari atas panggung. Lalu dengan percaya diri, Claire melangkah maju.Dan memanfaatkannya untuk menghancurkan lawanku dengan efektif.

Tidak ada yang bisa menghalangin jalanku. Claire menjadi tokoh pembicaraan yang heboh di acara berita sekolah. Dia disebut bintang yang bersinar dari Kelas Berbakat.

Diatas panggung, Claire melakukan aktingnya sebagai seorang putri pemeran utama. Tapi kata- katanya ada yang salah, jadi dia di nasehati.

Sementara seorang murid lain yang bertugas membuat kostum, selagi Claire sedang bicara, dia mengukur badan Claire. “Eh… Cha-em. Kalau kamu tidak bisa berakting, seengaknya yang becus bikin kostumnya,” omel Claire kepada si Murid.

Dan dengan sedikit nada kesal, si Murid tersebut mengiyakan.Seperti semua dongeng, kalau ada putri, pasti ada monster mata hijau. Hijau berarti cemburu. Melihat sinar hijau pada Cha-em.

Maka Claire pun bertanya kepada Pangrum, dia menanyai apa Pangrum temannya dan Pangrum mengangguk. Dan Claire menyebutkan semua kebaikan yang telah ia lakukan untuk Pangrum. Ia mengajak Pangrum duduk bersama saat makan siang dan meminta kepada sutradar agar menjadikan Pangrum menjadi peran pendukung.

Kemudian setelah mengatakan semua itu, dia meminta Pangrum untuk jujur siapa saja yang benci kepadanya. Dan Pangrum menjawab tidak ada. Namun tidak percaya dengan hal itu, Claire menggunakan kekuatannya.

Source: K-adramanov

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.