Ini Jenis Olahraga yang Diromendasikan untuk OTG Covid-19

oleh -204 views

ZETIZEN RADAR CIREBON — Berolahraga dapat menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Namun, pasien Covid-19 dianjurkan meminimalisasi olahraga. Ini Jenis Olahraga yang Diromendasikan untuk OTG Covid-19. (jerrell)

Penyintas Covid-19 yang mengalami gejala seperti demam, nyeri badan, atau pembengkakan kelenjar getah bening disarankan menghindari olahraga. Pasien Covid-19 bergejala sebaiknya menghindari olahraga hingga benar-benar pulih.

Penyintas Covid-19 tak bergejala atau asimtomatik mungkin merasa tidak kesulitan berolahraga. Namun, pasien Covid-19 asimtomatik juga dianjurkan meminimalisasi aktivitas fisik yang mereka lakukan.

Olahraga Ringan

Sekalipun ingin berolahraga, pasien Covid-19 asimtomatik atau bergejala ringan seperti batuk disarankan untuk memilih jenis olahraga yang tidak terlalu berat. Jenis olahraga yang dianjurkan untuk pasien Covid-19 asimtomatik adalah olahraga berintensitas ringan ke sedang, dengan opsi maksimalnya adalah jalan cepat.

“Olahraga yang lebih intens perlu dihindari selama infeksi Covid-19, meski gejalanya ringan,” ujar profesor di bidang olahraga Alex Koch dari Lenoir-Rhyne University, seperti dilansir di Insider, beberapa waktu lalu.

Olahraga dengan intensitas yang lebih tinggi tak disarankan untuk pasien Covid-19 karena dapat menurunkan fungsi imun untuk sementara. Kondisi ini tentu tidak dapat membantu proses pemulihan pasien Covid-19.

Pasien Covid-19 asimtomatik bisa kembali berolahraga seperti biasa pada 7-10 hari pascaterdiagnosis positif Covid-19. Akan tetapi, pasien disarankan untuk meningkatkan intensitas olahraganya secara bertahap sebesar 10 persen per pekan. Misalnya dari berjalan kaki, berlanjut dengan joging, baru berlari.

“Anda sebaiknya tidak langsung berlari atau melakukan olahraga HIIT (latihan interval intensitas tinggi) dari yang sebelumnya tidak melakukan apa-apa,” kata dokter spesialis ilmu keolahragaan, Jordan Metzl.

Untuk pasien Covid-19 bergejala, sebaiknya menunggu waktu setidaknya satu pekan setelah sembuh untuk kembali berolahraga. Dianjurkan bagi pasien Covid-19 bergejala untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memulai kembali berolahraga.

Koch juga mengingatkan, sebagian pasien Covid-19 mungkin mengalami miokarditis atau inflamasi pada otot jantung yang dapat menyebabkan kerusakan fatal. Gejala dari miokarditis meliputi nyeri dada, palpitasi atau jantung berdegup kencang, pusing, dan sesak napas. Bila pasien Covid-19 asimtomatik atau bergejala ringan merasa tidak baik setelah berolahraga, segera hentikan olahraga tersebut dan berkonsultasi dengan dokter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.