Intip Chapter 20 The Queen of Everything

oleh -197 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Halo sobat! Kali ini kami membawakan cuplikan dari novel Cina berjudul The Queen of Everything yuk simak. Kini kita akan intip chapter 20. Intip sekilas cuplikan dari bab pertamanya di sini(Nd) 

Intip Chapter 20 The Queen of Everything

Dia tidak bisa menahan tawa mendengar kata-kata Bo Muyi. “Inilah alasan mengapa kamu memanggilku? Hanya ingin bertanya kepada saya pertanyaan ini? Apakah saya terlihat seperti id*ot yang akan lupa makan siang?”

Dia akan makan setelah selesai membeli dan menyelesaikan semuanya.

Gadis muda itu nampak bertingkah lucu saat berbicara dengannya sekarang. Kata-katanya menyeruak ketika dia bisa merasakan perasaan manis melalui telepon.

Dia tidak pernah tahu bahwa dia benar-benar akan sangat bahagia ketika Su Cha bertingkah lucu untuknya.

Bo Muyi belum pernah memiliki pengalaman seperti itu sebelumnya, dia bisa merasakan sesuatu mengalir di dadanya.

Namun, Bo Muyi tiba-tiba dikejutkan oleh kepingan-kepingan saat Su Cha dan Di Yao bersama di masa lalu.

Apakah dia bertindak dengan cara yang sama seperti sekarang, mengatakan kata-kata seperti itu kepada lelaki itu atau bahkan bertingkah lucu di depannya?

Kecemburuan tiba-tiba merayap naik seperti ular yang menembakkan lidahnya. Perasaan itu begitu menyedihkan, membuat Bo Muyi merasa frustrasi. Dia tidak tahu mengapa dia tiba-tiba berpikir seperti itu. Meskipun demikian, hanya pemikiran pria itu memberinya dorongan kuat untuk membunuhnya segera.

Bo Muyi menarik dasinya dengan kesal ketika dia menyadari bahwa dia masih melakukan panggilan telepon dengan Su Cha. Dia mengucapkan, “Umm.”

Bo Muyi memaksa dirinya untuk tenang sebelum bertanya lagi, “Chacha, apakah Anda membeli sesuatu pada siang hari?”

Dia bisa bertanya langsung setelah percakapan sebelumnya.

Dia sedang memeriksa Su Cha karena dia ingin tahu segalanya tentang dia. Secara alami, dia mengirim seseorang untuk mengikuti di belakangnya, itulah sebabnya dia tahu bahwa dia membeli banyak barang aneh …

Bagaimanapun, itu aneh.

“Hmm?” Su Cha tidak bermaksud bersembunyi darinya. “Saya telah membeli mesin jahit, beberapa kain, jarum, dan benang yang saya rencanakan untuk digunakan untuk membuat pakaian. Saya ingin belajar menyulam karena saya harus belajar beberapa keterampilan. Bagaimana jika saya tidak bisa masuk universitas?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.