Ketika Menikah USIA 13 Tahun Anak 15 Kartu Keluarga 2 Lembar, Masih Takut Menikah Dini?

oleh -160 views
Ketika Menikah USIA 13 Tahun Punya 15 Anak Masih Takut Menikah Dini?

ZETIZEN RADAR CIREBON – Pasangan suami istri asal Kota Malang menuai perhatian dari publik. Sebab, pasangan tersebut ternyata memiliki 16 anak. Namun, terlanjut terkenal dengan 15 anak. Berikut informasi Ketika Menikah USIA 13 Tahun Punya 15 Anak, Masih Takut Menikah Dini?(jerrell)

Dua anak diantaranya meninggal, yakni anak nomor tiga dan yang terakhir. Anak nomor 3 meninggal dalam usia 7 bulan, sedangkan anak nomor 16 meninggal dalam usia 21 hari.

Pasangan tersebut yakni Mulyono (46) dan Partina (45).

Kisahnya menjadi viral di media sosial setelah salah satu anaknya menunggah video di aplikasi TikTok pada 29 Januari 2021 lalu.

@arrrrrrrrrrrr_12

Kalau fyp , entar tak upload KKnya . btw kandung semua ya gayss

♬ Oh No – Kreepa

Tidak hanya menampilkan ke-15 anak satu per satu, namun dalam video tersebut juga menunjukkan Kartu Keluarga (KK) Mulyono sampai dua lembar.

Berawal dari Ingin Anak Laki-Laki

Melansir dari http://Kompas.com, saat ditemui di kediamannya di Jalan Krakatau Nomor 19 Kota Malang. Mulyono mengakui bahwa ia menginginkan punya anak laki-laki, namun ternyata yang lahir perempuan, akhirnya keterusan.

“Awalnya ingin punya anak laki-laki, tapi yang lahir perempuan. Akhirnya keterusan (sampai 16 anak),” kata Mulyono.

Hal yang sama disampaikan oleh istrinya. Saat baru menikah, keduanya berniat hanya memiliki dua anak.

“Awalnya ingin punya anak dua saja, laki-laki dan perempuan. Tapi, yang atas (Tuhan) memberi. Yang tidak punya anak saja ingin punya anak,” kata Partina.

Menikah Usia Dini

Mulyono dan Partina menikah pada tahun 1986. Ketika itu, Mulyono masih berusia 12 tahun dan istrinya 11 tahun. Sebenarnya untuk zaman sekarang, umur tersebut merupakan umur yang cukup dini untuk menikah.

Dua tahun kemudian, yakni pada 1988, anak pertamanya lahir. Setahun kemudian anak keduanya pun lahir.

Mulyono mengatakan, rata-rata anaknya lahir selisih satu hingga dua tahun.

“Selisihnya kurang lebih satu tahun, dua tahun, paling lama empat tahun,” kata dia.

Saat ini, anak yang pertama sudah berusia 33 tahun dan anak terakhir yang masih hidup adalah berusia empat tahun.

Partina mengaku sudah pernah mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Bahkan, dia sudah pernah memasang implan susuk. Namun, implan itu terpaksa dicabut karena membahayakan kesehatannya.

Baca Juga : Satgas Covid-19 Indonesia : Penggunaan Tali Masker Berbahaya

Sumber : http://Radarcirebon.com http://Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *