Satgas Covid-19 Indonesia : Penggunaan Tali Masker Berbahaya

oleh -191 views
Satgas Covid-19 Indonesia Penggunaan Tali Masker Berbahaya

ZETIZEN RADAR CIREBON – Memakai masker adalah salah satu langkah yang bisa kita lakukan untuk mencegah penularan virus corona. Seiring perkembangan, pemakaian strap mask atau tali masker tampaknya tengah populer di masyarakat. Selain menjadi bagian dari fesyen, tali masker juga dianggap mempermudah penggunaan masker saat beraktivitas. Namun ternyata, tren ini disoroti oleh Satgas Covid-19 Indonesia karena penggunaan tali masker dianggap berbahaya. (jerrell)

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Brigjen TNI (Purn) dr Alexander K Ginting mengatakan bahwa masker diwajibkan dipakai di luar dan kalau bisa di dalam rumah.

“Bahkan kalau di dalam rumah ada yang terinfeksi, juga wajib menggunakan (masker). Kecuali kalau lagi sendiri di ruangan,” kata dr Alex dalam konferensi pers BNPB yang diarkan Minggu (21/2/2021).

Masker tidak hanya dapat menyaring virus, tapi juga bakteri. Namun dengan tren yang ada saat ini, Alex mangatakan bahwa pemakaian kalung pada tali masker tidak dianjurkan karena justru dapat menyebarkan virus.

“Kalau kita turunkan pakai pengait itu sampai ke bawah, itu akan kena ke hijab, ke baju. Jadi sebenarnya bagian dalam masker itu tidak boleh kontak dengan lain-lain kecuali dengan bagian tubuh,” kata Alex.

Saat digantung, masker akan mengenai pakaian, yang bisa jadi terkontaminasi virus. Padahal, aturan yang benar adalah bahwa masker tak boleh bersentuhan dengan benda apa pun, kecuali bagian tubuh.

Masker, lanjut Alexander, tak seharusnya terlalu sering dilepas-pasang. Pasalnya, sangat mungkin ada virus yang menempel di permukaannya. Saat disentuh, tangan yang terkena bagian terkontaminasi akan menularkan virus ke hidung atau mata saat menyentuh wajah.

Baca Juga : Kebiasaan Orang Skandinavia, Negara Paling Bahagia!

Ganti Masker

Di tengah aktivitas sehari-hari yang terus berjalan seperti biasa, rasanya tak mungkin jika seseorang bisa terus menerus menggunakan masker. Seseorang tetap perlu melepas masker, misalnya saja saat makan pada jam istirahat kerja. 

Untuk mengatasi hal tersebut, alih-alih menggunakan tali masker, alangkah baiknya jika kita memiliki beberapa persediaan masker kain ataupun masker medis.

Daripada menggantung masker lalu memakainya kembali, sebaiknya ganti saja masker yang digunakan. Terlebih, masker yang basah, baik terkena air liur atau cairan keringat, perlu diganti.

Sumber : http://Kompas.com , http://cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *