Cara Mudah Budidaya Akuakultur Ikan Cupang di Rumah

oleh -583 views

ZETIZEN RADAR CIREBON- Pada masa pandemi Covid-19, ikan hias memang mencuri perhatian masyarakat. Selain itu, keadaan tersebut menjadi alasan masyarakat untuk mengisi waktunya dengan kegiatan yaitu membudidayakan ikan hias di rumah. Salah satu budidaya ikan hias yang sempat tren adalah Ikan Cupang.

Ikan cupang mempunyai ciri khas tersendiri, yaitu sisiknya yang cantik juga beragam warnanya dan cara budidaya yang bisa dikatakan mudah bagi pemula seperti kita. Hanya bermodalkan aquarium kecil atau baskom, kita sudah bisa membudidayakannya di rumah. Di berbagai daerah tercatat terjadinya peningkatan pengiriman ikan cupang hingga ke seluruh kota di Indonesia.

Banyak dari masyarakat yang mulai tertarik dan ingin membudidayakan ikan cupang. Namun, sejumlah orang masih belum tau dan mengerti tentang cara budidaya ikan cupang di rumah. Budidaya ikan cupang sangat begitu mudah karena tak membutuhkan tempat luas serta modal yang besar. Berikut adalah beberapa tips dan cara budidaya ikan cupang dengan mudah.

1. Memilih Indukan Ikan Cupang

Sebelum proses pemijahan atau berkembangbiak, kita perlu memastikan ikan dalam fase siap untuk dikawinkan. Selain itu kamu perlu membedakan mana ikan cupang yang jantan dan betina untuk nanti dikawinkan. Kamu dapat melihat pada ciri-cirinya sebagai berikut.

  1. Cupang jantan
  • Siripnya panjang dan warnanya terang cantik
  • Bentuk badan yang panjang
  • Gerakannya agresif dan lincah
  • Setidaknya ikan cupang jantan berumur 4-8 bulan

2. Cupang betina

  • Siripnya yang pendek dan warnanya sedikit kusam sehingga tidak menarik
  • Bentuk badan yang membulat, dan bagian perut sedikit membuncit
  • Gerakannya lambat
  • Setidaknya ikan cupang betina berumur 3-4 bulan

Ketika kamu  sudah mendapatkan beberapa ciri indukan ikan cupang, baik betina maupun jantan, langkah selanjutnya adalah menyiapkan tempat pemijahan atau pengembang biakan untuk ikan cupang jantan dengan betina.

2. Pemijahan Ikan Cupang

Pemijahan merupakan salah satu proses pembuahan telur oleh sperma dari ikan jantan. Kamu tidak perlu susah-payah untuk menyiapkan pemijahan si jantan dan betina. Setidaknya hanya butuh tiga media untuk tempat, yakni satu tempat untuk jantan, satu tempat untuk betina, dan satu tempat untuk saat ikan dikawinkan.

Mengapa harus kita sediakan tiga wadah yang berbeda? Karena si jantan dan betina tidak bisa langsung dikawinkan melainkan melalui proses pendekatan.

Langkah pertama, masukkan ikan cupang jantan dan betina ke wadah masing-masing. Bisa menggunakan gelas, baskom, atau toples kecil. Isi dengan air tawar, dan lebih baik gunakan air sungai yang bersih atau jernih.

Setelah ikan masuk pada wadahnya masing-masing, pertemukan mereka berdua dengan mendekatkan wadah bening dan lihat reaksi mereka. Nantinya, kamu bisa menghias tempat kawin ikan cupang jantan dan betina dengan menambah batu-batuan dan tumbuh-tumbuhan air. Hal tersebut agar nantinya ikan mendapatkan kenyamanan saat proses perkembangbiakan terjadi.

Proses selanjutnya yang harus kamu ikuti langkahnya sebagai berikut.

  • Masukkan induk jantan terlebih dahulu yang telah siap kawin dan biarkan induk jantan berada satu hari di dalam wadah tersebut. Ikan cupang jantan, mengeluarkan gelembung yang nantinya berguna untuk melindungi telur-telurnya.
  • Setelah ikan jantan mengeluarkan gelembung, maka masukkan indukan betina. Saat pemijahan yang baik biasanya terjadi pada pagi dan sore hari. Selanjutnya tutup tempat perkawinan tersebut, sebab indukan ikan cupang adalah hewan yang tidak suka di ganggu.
  • Pada saat proses perkawinan atau pembuahan ini telah selesai telur-telur akan berjatuhan di dasar akuarium. Setelah itu, keluarkan ikan cupang betina karena ikan cupang betina mempunyai kebiasaan aneh seperti memakan telurnya sendiri.
  • Nantinya, ikan cupang jantan yang akan menjadi pelindung telur-telur tersebut dengan gelembung-gelembung yang sudah dia buat.
  • Setelah kurang lebih satu hari, telur-telur tersebut akan menjadi burayak (anak ikan). Saat menjadi burayak tidak perlu dikasih makan kurang lebih sekitar tiga hari, karena dari terlu masih mempunyai nutrisi yang tersisa.
  • Pada hari ketiga kamu bisa memberikan ikan cupang makanan berupa kutu air. Pemberian makan jangan melebihi jumlah burayak yang ada, sebab jika terlalu banyak nanti akan membuat air cepat keruh dan kotor dan burayak (anak ikan) bisa mati.
  • Selanjutnya, setelah dua minggi pisahkan indukan jantan dari para burayak. Kemudian pisahkan para burayak itu ke wadah lain.
  • Setelah 1,5 bulan biasanya para burayak sudah berkembang sempurna dan bisa dibedakan jenis kelaminnya.

Itulah cara budidaya ikan cupang untuk pemula. Biasanya ikan cupang akan mengeluarkan 100 telur dalam sekali pembuahan. Namun dari 100 telur itu biasanya hanya 30-50 saja yang berhasil hidup.

Ketika ikan cupang yang sudah dikawinkan, ikan betina tidak boleh dikawinkan lagi. Sedangkan ikan cupang jantan masih bisa sampai 8 kali saja, tetapi memerlukan interval waktu yang tepat. Jaraknya sekitar 2-3 minggu dari perkawinan sebelumnya. Selamat mencoba!

Penulis: Nursyahidatul Qurani Ma’ruf, Universitas Padjadjaran
Editor: Arfan Maulana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *