Intip Chapter 27 The Queen of Everything

oleh -62 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Halo sobat! Kali ini kami membawakan cuplikan dari novel Cina berjudul The Queen of Everything yuk simak. Kini kita akan intip chapter 27. Intip sekilas cuplikan dari bab pertamanya di sini(Nd) 

Intip Chapter 27 The Queen of Everything

Banyak pola sulaman harus ditarik terlebih dahulu sebelum disulam sesuai dengan pola, dan kemudian penyulam akan membuat alas pada kain.

Ini bukan masalah besar bagi Su Cha, karena ia biasa menyulam banyak kerajinan tangan di zaman kuno. Selain itu, dia cukup berbakat di bidang ini.

Kainnya hanya katun putih sederhana, yang harus ia potong dan dijahit sendiri.

Su Cha memandang T-shirt putih polos yang ia kenakan saat sebuah ide muncul di benaknya.

Dia tidak bisa menghasilkan pakaian yang terlalu rumit saat ini, karena alat yang tidak lengkap. Namun, itu bukan masalah baginya untuk meletakkan desain pada T-shirt putih sederhana.

Dia merenung sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk menggambar kingfisher.

Burung pekakak dianggap sebagai pola bordir yang relatif sederhana, yang membuatnya menjadi desain yang cukup umum. Dia memotong panjang kapas putih yang sesuai dan membuat sketsa di garis besar. Dia hanya berhasil menyulam kepala kingfisher dalam satu sore.

Jika ada kamera yang merekamnya, mereka bisa melihat jari-jarinya yang ramping bergerak kabur, seolah-olah dia sedang melakukan sihir. Jarum dan benang tipis bergerak di antara ujung jari-jarinya. Itu lebih mirip tarian daripada sulaman.

Kecepatannya menyilaukan.

Burung pekakak sepertinya tidak ada bedanya dengan burung biasa. Namun, itu tampak seperti manusia di kain, meskipun itu hanya kepala.

Mulut kingfisher terbuka, seolah-olah sedang berkicau. Su Cha menggunakan benang hitam sebagai warna utama, sementara warna lain hanya untuk menciptakan efek transisi yang memudar, memberikan perasaan yang lebih hidup.

Efeknya tidak begitu baik karena hanya pada kapas putih biasa. Jika itu pada pakaian sutra murni, efeknya pasti akan jauh lebih baik.

Setelah menghabiskan begitu banyak waktu pada bordir, Su Cha akhirnya puas dengan hasilnya.

Seperti yang ia harapkan, dia mewarisi ingatannya dari zaman kuno, dan jelas ingat bagaimana melakukan bordir gaya Tang.

Su Cha sangat senang dengan hasilnya. Dia melirik jam, memperhatikan kekakuan lehernya saat dia menggerakkan kepalanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.