Jangan Anggap Remeh Obesitas di Masa Pandemi!

oleh -70 views
Foto : jeda.id

ZETIZEN RADAR CIREBON – Pandemi Covid-19 sangat mengubah kebiasaan daripada masyarakat Indonesia. Banyak hal-hal yang baru dilaksanakan dari rumah dengan segala pra-sarana yang ada. Untuk itu banyak mengakibatkan orang lebih banyak makan. Untuk itu jangan anggap remeh obesitas di masa pandemi! (jerrell)

Imbauan tersebut disampaikan dokter gizi dari Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI), dr Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD, PhD.

“Sekitar 60 persen pasien COVID-19 yang dirawat di RSCM memiliki komorbid dan obesitas,” katanya dalam acara temu media secara virtual.

Dokter Dicky mengatakan orang dewasa dan usia anak menjadi jarang beraktivitas selama pandemi. Salah satunya karena faktor bekerja dari rumah (WFH).

Karena itu, kata dia, konsumsi karbohidrat secara berlebih serta jarang berolahraga menjadi salah satu pemicu seseorang mengalami peningkatan massa tubuh.

Hasil studi yang dilakukan HISOBI, kata dia, menyimpulkan pasien COVID-19 dengan penyakit obesitas cenderung memiliki risiko sakit yang lebih parah dari pasien dengan berat badan ideal.

“Harus melakukan kegiatan fisik dan olahraga. Makanan penting sekali bagi anak dan dewasa, namun cemilan selama WFH itu harus orang hindari,” kata Dicky Levenus Tahapary .

Baca Juga : Vitamin D Bisa Mengurangi Resiko Terinfeksi COVID-19, Fakta atau Mitos?

Pembicara dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr I Gusti Lanang Sidiartha mengatakan konsumsi lebih dari satu gelas sehari dapat memicu 3,2 kali risiko obesitas. Konsumsi cemilan meningkatkan risiko obesitas 1,5 kali.

“Lemak tubuh berkorelasi negatif dengan kegiatan olahraga dan berkorelasi positif dengan kegiatan nonton TV,” katanya.

Yang perlu diwaspadai selama pandemi, kata dia, adalah aktivitas yang kurang disertai konsumsi makanan yang berlebihan.

“Antara jam makan siang dan makan malam, dalam waktu itu harus berikan air putih atau buah. Selama COVID-19 ini jangan siapkan makanan ringan dan softdrink di kulkas, tapi perbanyak buah dan air putih,” katanya.

Direktur Kesehatan Keluarga (Kesga) Kementerian Kesehatan, dr Erna Mulati, M.Sc. Ia menambahkan saat pandemi perhatian orang tua lebih pada peningkatan nutrisi pada anak untuk peningkatan gizi.

Namun aktivitas belajar anak usia sekolah secara online di rumah perlu mewaspadai penyediaan makanan siap saji yang berisiko terhadap obesitas.

“Peningkatan kapasitas orang tua dan pendidik terhadap nutrisi berimbang anak perlu ditingkatkan dan tinjau kembali makanan siap saji yang ada di rumah,” demikian Erna Muliati. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *