Mau Lindungi Tubuh Dari Penyakit? 10 Jenis Buah Ini Patut Dikonsumsi!

oleh -90 views
Mau Lindungi Tubuh Dari Penyakit? 10 Jenis Buah Ini Patut Dikonsumsi!

ZETIZEN RADAR CIREBON – Antioksidan merupakan senyawa yang bisa memperlambat bahkan mencegah kerusakan dalam sel. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, maka antioksidan dapat membantu melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit. Untuk itu bagi sobat yang mau lindungi tubuh dari penyakit, 10 Jenis buah ini patut dikonsumsi! (jerrell)

1. Blueberry

Blueberry terkenal sebagai salah satu buah dengan antioksidan tinggi. Buah ini mengandung berbagai jenis antioksidan, salah satunya antosianin. 

Antosianin bisa mencegah peningkatan kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL), serta menurunkan tekanan darah.

2. Bit

Bit juga merupakan buah yang mengandung antioksidan tinggi, terutama grup antioksidan bernama betalain. Senyawa ini juga lah yang memberikan warna merah pada buah bit.

Kandungan betalain pada buah bit dapat mencegah kanker kolon serta meredakan peradangan, termasuk peradangan pada sendi.

3. Raspberry

Raspberry merupakan sumber serat, vitamin C, mineral, dan antioksidan yang baik. Sama seperti blueberry, raspberry juga mengandung antosianin dan berbagai antioksidan lainnya.

Efek antiinflamasi dan kandungan antioksidannya dapat mencegah kanker lambung, kanker kolon, dan kanker payudara dalam tabung percobaan di sebuah penelitian.

4. Stroberi

Sama dengan buah beri lain, stroberi juga termasuk salah satu buah dengan kandungan antosianin di dalamnya. Oleh karena itu, efeknya sama dengan blueberry dan raspberry.

Selain itu, buah tinggi antioksidan ini mengandung asam elagik. Kandungan tersebut adalah antioksidan yang selain mencegah kanker, juga biasa digunakan dalam produk-produk kecantikan.

5. Anggur

Anggur termasuk buah dengan kandungan antioksidan. Dua jenis antioksidan yang tersimpan di dalam anggur, yaitu antosianin dan proantosianin.

Keduanya bisa mencegah risiko penyakit jantung dan kanker.

Meskipun demikian, manfaat buah anggur sebagai antioksidan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *