Lembayung Senja Tak Hanya Sekedar Kata Sastra, Ini Penjelasan Astronominya!

oleh -117 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Lembayung senja, sebuah frasa yang acap kali muncul dalam sajak-sajak puitis maupun tulisan sastra. Namun, tahukah kalian bahwa lembayung saat matahari terbenam atau terbit juga dapat dijelaskan melalui penjelasan ilmiah dalam ilmu astronomi? (cva)

Arti

Peneliti di Pusat Penelitian Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang dalam edukasi sains lapan mengatakan bahwa lembayung, aram temaram, atau sabur limbur.

Istilah-istilah tersebut merujuk pada keadaan langit setelah matahari terbenam dan sebelum terbit matahari, ketika dua waktu tersebut langit belum-belum benar gelap.

Lembayung senja terlihat ketika langit berwarna oranye keemasan di saat matahari akan terbenam. Dalam istilah Bahasa Inggris, kejadian tersebut eksis dengan nama twilight. Di Indonesia sendiri, istilah lembayung berasal atau turunan dari Bahasa Sunda yaitu layung.

Sementara aram, adalah masa waktu ketika masih ada cahaya alami yang terpancarkan di langit dan memantulkan sebagian ke permukaan bumi, pada waktu senja dan fajar. Sedangkan, pada saat itu matahari sudah atau masih berada di bawah pandangan cakrawala atau ufuk.

“Warna langit ketika aram (matahari terbenam saat senja atau fajar) cenderung keunguan, sehingga dari sinilah istilah lembayung berasal,” kata Andi dalam keterangannya, Rabu (24/3).

Periode Lembayung

Menurut Andi, lembayung atau aram dibagi menjadi dua, yakni pada saat fajar dan senja. Fajar terjadi saat munculnya cahaya kemerah-merahan di langit sebelah timur, hingga langit sudah terang dan Matahari mulai terbit. Periode fajar terbagi menjadi tiga, yakni Fajar Astronomis adalah saat Matahari berada 18 derajat di bawah cakrawala saat pagi.

Fajar Bahari adalah nautika, ketika Matahari berada 12 derajat di bawah cakrawala saat pagi. Sedangkan Fajar Ugahari adalah sipil, terjadi saat Matahari berada pada 6 derajat di bawah cakrawala ketika pagi hari.

Sementara, lembayung senja oleh masyarakat biasanya merujuk pada pemandangan langit saat matahari baru akan tenggelam, dan umumnya warnanya jingga kemerah-merahan. Tetapi menurut Andi, senja justru terjadi setelah terbenam matahari hingga langit benar-benar gelap.

Periode Senja

Sama halnya dengan saat fajar, periode senja juga ada pembagian waktunya. Yakni Senja Ugahari, 6 derajat di bawah cakrawala malam hari

Sementara Senja Bahari, 12 derajat di bawah cakrawala malam hari, dan Senja Astronomis 18 derajat di bawah cakrawala malam hari. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.