4 MV K-Pop yang Bernasib Kurang Baik

oleh -263 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Sebagian besar video musik Kpop yang dirilis ke publik cenderung mendapat penerimaan baik dari penikmat musik. Namun, ada beberapa video musik yang memiliki perbandingan jumlah “dislike” yang tidak sebanding dengan jumlah “like”. Berikut 4 MV K-Pop yang Bernasib Kurang Baik ketimbang karya lainnya. (jerrell)

1. “Oppa is Just My Style” – PSY dan HyunA

Dirilis pada 14 Agustus 2012, PSY dan HyunA berkolaborasi lewat lagu “Oppa is Just My Style”.

Kini video itu mendapat sekitar 2,67 juta like dan 525.000 dislike, yang berarti perbandingan dislike-nya mencapai 16,4 persen.

Setelah populer dengan “Gangnam Style”, karya-karya PSY diperkirakan akan meraup kesuksesan juga, tetapi “Oppa is Just My Style” sepertinya tidak membuktikannya.

Beberapa orang menyebut lagu ini merupakan versi gagal dari “Gangnam Style”.

Ada banyak bagian dari video musik yang mirip versi aslinya, membuat beberapa orang mengeluh bahwa keduanya terlalu mirip dengan mengeluarkan beberapa bagian yang “lebih baik” dari yang sebelumnya.

Keterlibatan HyunA dalam video musik juga mendapat kecaman.

Terlepas dari visual dan karismanya yang memukau, penampilan vokalnya dikritik dalam lagu tersebut.

Beberapa penggemar bahkan meminta agar semua bagian nyanyiannya dihapus dari video.

Akan tetapi dari semua ini, video tersebut masih memperoleh hampir 800 juta views.

2. “Banana Chacha” – Momoland

Dirilis pada 3 April 2019, “Banana Chacha” yang dinyanyikan MOMOLAND memiliki sekitar 333.000 likes dan 58.000 dislike, memberikan rasio dislike 14,8 persen.

Lagu segar dan video musik bernuansa cerah itu ditujukan untuk anak-anak.

MOMALAND bahkan berkolaborasi dengan Pororo, karakter kartun populer di Korea.

Namun, meski lagu tersebut diciptakan untuk anak-anak, masih banyak reaksi keras dari para penggemar Kpop.

Penggemarnya mengharapkan sesuatu yang mirip dengan apa yang telah dirilis MOMOLAND sebelum “Banana Chacha” dan frustrasi karena grup tersebut keluar dengan lagu dan video musik yang “kekanak-kanakan”.

Lirik dari lagu tersebut juga tidak memiliki banyak arti, tetapi sekali lagi, lagu tersebut dibuat untuk anak-anak dan merupakan kolaborasi dengan kartun populer.

Yang lain kesal karena lagu itu diiklankan begitu banyak di berbagai video di YouTube.

Namun pada akhirnya, tidak ada satu pun yang dilakukan MOMOLAND dan kebencian tampaknya tidak pantas diterima.

3. “For The Night” – As One

Video musik “For The Night” dari As One rilis pada 28 Oktober 2014, lalu memiliki sekitar 61.000 like dan 35.000 dislike, memberikan jumlah rasio dislike 36,5 persen.

Meski lagunya sendiri cukup menenangkan dan penuh perasaan, video musik lagu tersebut adalah salah satu lagu Kpop yang paling tidak disukai di YouTube.

Video tersebut penuh dengan unsur seksual, di mana model wanitanya mengenakan pakaian terbuka untuk merayu pria yang bekerja sebagai pembantunya.

Meskipun menurut standar beberapa orang, tingkat seksualitas dan pakaian yang terbuka mungkin tidak terlalu ekstrem. Banyak pemirsa Korea yang merasa bahwa video klip tersebut kurang dari sisi artistik dan berakhir lebih pornografi daripada yang lainnya.

Secara keseluruhan, banyak orang kecewa karena lagu yang dibawakan dengan indah dipasangkan dengan video musik yang agak tak senonoh.

Mereka menganggap bahwa hal itu pasti sengaja dilakukan untuk mendapatkan sorotan guna meningkatkan penayangan dan mendapatkan perhatian.

4. “Lonely Christmas” – Crayon Pop

Lagu “Lonely Christmas” dari Crayon Pop yang dirilis pada 1 Desember 2013 ini telah mendapatkan sekitar 66.000 likes dan 15.000 dislike.

Membuat tingkat dislike pada video tersebut sebesar 18,5 persen.

Grup ini telah membangun reputasi yang kurang bagus karena gaya mereka yang aneh dengan helm di video musik “Bar Bar Bar” dan diduga meniru konsep dan lagu lain.

Mereka dituduh oleh J-Cast News menggunakan musik latar dari “Lupin the Third. Sebuah serial manga dan anime Jepang yang populer, untuk awal dari “Lonely Christmas”.

Ketika produser dihadapkan dengan tuduhan ini, dia menyangkal hal itu dan mengklaim bahwa jika dia bermaksud menjiplak acara itu, dia akan membuatnya jauh lebih sulit untuk dikenali.

Para member Crayon Pop tampaknya juga begitu bergantung pada jenis konsep, pakaian, dan gaya musik yang sama secara berulang kali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *