Burung Gagak Pertanda Sial?

oleh -472 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Burung gagak yang terkenal sebagai unggas pertanda kematian, memiliki perilaku yang aneh terhadap kematian sesamanya. Kerap berkumpul dan berkuak dengan keras. Burung gagak dengan warnanya yang hitam mengilap sering kali dianggap menyeramkan karena merupakan pertanda kematian. (cva)

Kehadiran burung gagak di tempat yang biasanya membawa pertanda buruk, entah kematian, musibah, mayat, perkuburan, atau bahkan perang yang akan menimpa wilayah tersebut.

Burung gagak identik dengan kematian karena mereka berperilaku aneh di dekat rekan spesiesnya yang meninggal. Mereka akan menyalak dan memberitahu rekan lainnya yang masih hidup akan kematian tersebut. Mereka juga adalah predator pemakan bangkai.

Burung Penakut

Sebuah tim pun menguak fakta mengapa burung gagak tampak penuh perhatian, ketika saudara-saudaranya mati. Mereka melakukan eksperimen inovatif berfokus pada pengetahuan bahwa burung gagak tak pernah lupa wajah yang mereka anggap berbahaya.

Fakta ini mereka peroleh dari riset sebelumnya. Serangkaian penelitian oleh John Marzluff dari Universitas Washington di Seattle, Amerika Serikat mengungkapkan bahwa gagak akan mengingat manusia yang tampak berbahaya bagi mereka.

Burung-burung gagak itu kemudian mengajari gagak lain untuk berkuak dengan keras jika melihat wajah itu, sehingga semua komunitasnya melakukan hal serupa pada objek yang sama bahkan hingga 7 tahun.

Di sebuah area, Kaeli Swift yang merupakan peneliti dari Universitas Washington bertindak untuk memberikan makanan kepada sekelompok burung gagak. Tujuannya agar burung-burung itu mengasosiasikan tempat tersebut sebagai lingkungan yang ramah.

Dengan memberi makanan, dia berlaku sebagai ‘polisi baik’. Namun akan ada satu individu bertopeng yang berperan sebagai ‘polisi jahat’, datang ke lokasi dengan menggenggam gagak mati. Orang bertopeng ini berada di situ sekitar 30 menit.

Pada hari pertama manusia bertopeng datang, para gagak menghindari makanan yang Swift bawa. Mereka malah berkuak dan berkerumun, sama seperti mereka berkumpul dalam kelompok besar ketika merasakan ada hal-hal yang mengancam.

Tapi dalam kasus ini, peneliti menyebut, kerumunan itu bisa memiliki lebih dari 1 tujuan. Ini termasuk “merendahkan predator, menampilkan dominasi, atau pembelajaran sosial terhadap orang atau tempat yang berbahaya.”

Jika seekor elang berada di sebelah gagak, para gagak juga akan menghindari makanan, mengindikasikan bahwa mereka percaya bahwa elang adalah sebuah bahaya. Ketika manusia bertopeng datang esok harinya, bahkan tanpa gagak mati, burung- burung itu tetap menghindari makanan.

Ini menunjukkan bahwa gagak akan menghindari area atau sesuatu yang mereka anggap berbahaya terhadap spesies mereka. Dengan kata lain, mereka paham apa itu kematian dan tahu bahwa mereka harus takut pada kematian.

“Ini menunjukan bagaimana gagak melihat kematian, setidaknya sebagian melihat itu sebagai momen pembelajaran. Sebagai sinyal bahaya, dan bahaya adalah sesuatu yang harus mereka hindari,” jelas Swift.

Pengingat yang Baik

Dan ketakutan terhadap situasi berbahaya akan selalu ada dalam perilaku mereka. Bahkan 6 pekan setelahnya, sepertiga dari 65 pasang gagak terus merespons dengan perilaku yang sama.

Riset yang terbit pada jurnal ilmiah Animal Behaviour ini adalah satu dari penelitian yang ingin lebih memahami bagaimana binatang merespons kematian mereka.

Tipe burung gagak lain, yang terkenal dengan nama western scrub jay, juga melakukan ‘tipe pemakaman’ yang sama ketika mereka melihat sesamanya mati.

Tetapi bedanya western scrub jay juga merespons negatif ketika burung lain yang berukuran sama mati. Sedangkan gagak umumnya tidak demikian. Jika orang bertopeng membawa merpati mati — tak sejenis — misalnya, ia tak terlihat terganggu.

Temuan-temuan ini memperlihatkan seberapa penting ingatan mereka untuk belajar dan mengingat detail wajah manusia. Ini adalah keahlian yang membantu mereka membedakan orang-orang berbahaya dari yang tidak.

“Ini adalah contoh bagaimana gagak berevolusi untuk hidup dengan sukses bersama manusia,” tutur Swift mengutip BBC Earth, Selasa (26/1/2016).

Gagak menjadi salah satu kelompok burung yang bisa mengenali atau mungkin berduka atas kematian sesamanya. Gajah, jerapah, simpanse, dan juga beberapa jenis burung Corvid lainnya juga berkerumun di rekan-rekannya yang baru saja mati.

Perwujudan dewi perang dan kematian 

Burung gagak dalam mitologi kuno bangsa Celtic merupakan perwujudan dari tiga dewi perang dan kematian, yaitu Morrigan.

Melansir dari Mythopedia, Morrigan terdiri dari tiga dewi paling kuat di Irlandia, mereka dapat melihat masa depan dan akhir dunia yang bisa memberikan ketakutan magis luar biasa.

Hewan sosial yang setia 

Gagak dapat berkomunikasi dengan sesamanya dengan panggilan-panggilan yang berbeda. Mereka bertukar berbagai macam informasi dan dapat meminta pertolongan saat merasa terancam.

Kawanan gagak sering terlihat membantu rekannya yang sedang terancam dan juga mereka terkenal setia hanya pada satu pasangan.

Hewan paling cerdas 

Gagak pantas diberi gelar sebagai hewan tercedas. Gagak memiliki kapasitas kecerdasan yang hampir setara dengan anak berusia tujuh tahun.

Saat diajari menggunakan suatu alat khusus, gagak akan mengingatnya. Melansir dari National Geographic, sehari kemudian gagak menggunakan alat khusus tersebut kembali di antara pilihan yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa ia lebih pintar dari monyet.

Gagak juga dapat mengenali wajah manusia, berkomunikasi dengan sesamanya. Sehingga saat ada orang baru masuk ke wilayahnya mereka akan saling berkomunikasi dan memberikan respons buruk pada orang tersebut, mirip seperti bergosip ya.

Melansir dari Thought Co., gagak dapat menggunakan alat, beradaptasi dengan cepat di lingkungan baru, merencanakan masa depan (mereka sering menabung makanan), dan memahami analogi (bisa mencocokan warna, bentuk, dan nomor).

Sumber: National Geographic,Thought Co,Mythopedia,Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.