Cara Mengatasi Patah Hati, Lakukan 7 Cara Ini!

oleh -126 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Cinta ditolak, ditinggal saat masih sayang-sayangnya, atau diselingkuhi adalah sejumlah kondisi yang bisa menyebabkan seseorang mengalami patah hati. (cva)

Adakalanya patah hati membuat orang yang mengalaminya menjadi tak bergairah ketika melakukan sesuatu. Ada rasa kecewa, marah, dan mungkin sedih yang tak kunjung berkesudahan. Situasi dan kondisi psikologis seperti ini pasti mengganggu dan bisa merusak kualitas keseharian.

Ketika seseorang mengalami sakit hati, berbagai kejadian menyedihkan bisa mengikuti dibelakangnya. Hingga saat ini, obat sakit hati pun masih abu-abu. Tidak ada resep khusus yang spesifik yang bisa menyembuhkan luka di hati.

Namun satu yang pasti, obat sakit hati tentunya bukanlah obat yang bisa kita beli dengan mudah di apotek. Obat ini berasal dari dalam diri sendiri. Ya, untuk mengobati berbagai kekecewaan, kemarahan, dan ketakutan di dalam hati, Anda perlu berjuang untuk membangkitkan perasaan positif yang ada di dalam diri.

Sebab terkadang, luka hati lebih sulit sembuh daripada luka fisik. Belum lagi, saat sedang sakit-sakitnya, kita dituntut untuk mengubah pemikiran agar bisa kembali ceria. Namun bukan berarti semua itu tidak mungkin dilakukan.

Riset Psikolog

Apa yang harus kita lakukan saat mengalami patah hati, dan mengatasi rasa sedih atau terpuruk?

Psikolog dari Universitas Indonesia (UI), Dr. Rose Mini Agoes Salim, yang biasa dipanggil Bunda Romi, mengatakan, perasaan marah, sedih, atau terpuruk saat gagal dalam sebuah hubungan adalah hal yang wajar.

Menurut dia, hal ini terjadi karena ketika dalam sebuah hubungan, akan timbul perasaan sudah “terbiasa” dengan pasangan.

“Manusia itu kan sebetulnya sulit beradaptasi. Saat sesuatu itu sudah dipegang, ya itu terus. Tapi pada waktu patah hati permasalahannya ada yang tersakiti. Misal, satu ditinggal oleh yang lain. Kalau yang meninggalkan beda ya, ada reasoning,” ujar Romi saat ditemui Kompas.com, Jumat (16/4/2021).

Romi mengatakan, logis ketika menyudahi hubungan dengan seseorang akan ada perasaan emosional.

Cara untuk mengatasi berbagai emosi yang muncul saat patah hati yaitu dengan menerima seluruh perasaan kesal, sedih, dan berbagai perasaan yang timbul.

Ia menekankan, jangan ada upaya untuk terus menolak situasi yang ada. 

“Semakin kita kesal, semakin kita bilang enggak mau mikirin, sebetulnya kita sedang mikirin. Jadi biarkan saja dulu kesalnya keluar. Kalau kita ngomong gitu, di otak kita justru tersimpan nama dia,” kata Romi.

Cara lain yang bisa kita lakukan adalah dengan membuat daftar sisi positif dan negatif dari orang yang sudah mengecewakannya.

Daftar itu bisa kita mulai dengan membuat pertanyaan-pertanyaan seperti “Apakah dia cukup dewasa?”, “Apakah seseorang itu memiliki kemampuan melindungi?”, dan sebagainya.

“Kalau kita sedih nggak bisa move on, itu rasa atau perasaan yang paling bergerak. Sementara manusia itu punya kemampuan berpikir. Logikanya harus jalan,” ujar dia.

Kesedihan dan keterpurukan ketika awal patah hati adalah perasaan yang wajar, tetapi jangan larut berlama-lama dalam situasi itu. 

Romi mengingatkan, pada dasarnya perasaan muncul karena apa yang terolah pada otak. Sehingga kita harus berupaya untuk berpikir realistis.

“Ketika kita belum bisa menilai secara realistis maka emosi yang hanya membawa kita ke mana-mana,” kata Romi.

Tips Mengatasi Sakit Hati Usai Putus Cinta

1. Mengambil sedikit waktu untuk meresapi kejadian

Saat mengalami sesuatu yang membuat sakit hati, Kamu pasti ingin segera melupakannya. Ketika baru putus cinta, misalnya. Kamu bisa mengalihkan perhatian dari kesedihan atau menghibur diri sendiri dengan cara berbelanja banyak barang kesukaan, atau memilih gaya rambut baru.

2. Menjauhi sosial media

Teknologi memungkinkan kita untuk “bertemu” dengan orang yang membuat kita sakit hati, hanya dengan satu kali tekan. Apalagi di sosial media, ketika semuanya berusaha mempertontonkan kehebatan dan menyembunyikan kesulitan hidupnya. Hal ini bisa membuat proses pemulihan terhambat.

3. Mencoba menjadi lebih mindful

Untuk mengatur diri agar bisa terhindar dari perasaan negatif, kamu bisa mulai untuk lakukan relaksasi, meditasi, maupun aktivitas mindful lainnya. Dengan begitu, kamu benar-benar mempraktikan konsep mindfulness.

4. Membantu orang lain

Saat sedang bersedih, membantu orang lain bisa menjadi reward yang menenangkan hati. Menjadi sukarelawan, mendonorkan darah, maupun kegiatan sosial lain, bisa menjadi pengalih perhatian yang positif. Kamu juga bisa bergabung dengan komunitas-komunitas yang memiliki kepedulian serupa denganmu dan ikut membantu orang-orang di dalamnya. Mengetahui ada orang lain yang terbantu oleh kita, bisa membuat hari-hari lebih cerah.

6. Berolahraga

Berolahraga bisa jadi salah satu obat sakit hati yang manjur. Dengan melakukan kegiatan fisik, hormon serotonin, yang bertanggung jawab dalam mengatur mood kita, akan keluar. Berolahraga juga akan membuat kamu merasa lebih baik. Sebab dengan aktivitas ini, kamu dapat merasa bisa mengendalikan tubuh dan pikiran untuk melakukan hal yang positif. Jika ingin sambil meluapkan kemarahan dengan cara yang positif, kamu juga bisa mencoba olahraga bela diri atau tinju.

Perlukah Konsultasi ke Psikolog?

Tidak semua urusan patah hati harus kita bawa ke psikolog. Yang terpenting justru bantuan dari orang-orang terdekat.

Akan tetapi, jika tak bisa mengatasi diri sendiri, menjadi tidak realistis sehingga muncul perasaan ingin bunuh diri atau hal lain yang mencelakakan diri, sebaiknya mencari bantuan ahli. 

Tidak ada salahnya mengakui bahwa kamu tak kuat menahan beban ini seorang diri. Psikolog atau psikiater bisa membantumu dengan terapi yang sesuai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *