Cara Mengurangi Limbah Makanan dari Rumah (Part 1)

oleh -128 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Sebagian orang mungkin berpikir bahwa dirinya tak menghasilkan limbah makanan, atau hanya menyumbang sedikit sekali limbah makanan. Ternyata tidak demikian, karena limbah makanan menyumbang 1,3 miliar ton setiap tahunnya. Berikut Cara Mengurangi Limbah Makanan dari Rumah (Part 1). (safna)

1. Kelola daftar belanja

Hal utama dan terpenting adalah dengan mengelola daftar belanja makanan Anda. Kebanyakan orang cenderung membeli lebih banyak makanan daripada yang mereka butuhkan.

Membeli dalam jumlah besar mungkin kedengarannya hemat di saku, namun perhatikan juga tanggal kedaluwarsa produk, juga berapa lama sayur dan buah segar Anda bisa bertahan. Alih-alih hemat, Anda bisa jadi justru membuang lebih banyak uang karena bahan makanan yang keburu basi.

Cukup membeli dalam jumlah yang Anda butuhkan. Hindari belanja bulanan, apalagi jika Anda hidup sendiri. Sebaiknya pilih belanja setiap tiga hari, atau seminggu sekali agar bahan makanan Anda tak disimpan terlalu lama di kulkas.

Anda juga sebaiknya membuat daftar barang yang perlu Anda beli sebelum pergi ke supermarket agar tak impulsif.

Selain itu, Anda juga perlu menyimpan makanan dengan benar. Penyimpanan yang tidak tepat menyebabkan lebih banyak limbah makanan karena basi.

Sebaiknya Anda cari tahu bagaimana menyimpan makanan supaya tidak cepat basi dan kualitasnya terjaga. Seperti kentang, tomat, bawang putih, mentimun yang disimpan di suhu kamar, sementara jenis daging merah sebaiknya dibekukan agar lebih tahan lama.

2. Coba teknik pengasinan

Pengasinan makanan adalah metode kuno yang masih digunakan hingga saat ini. Pengasinan dilakukan dengan merendam bahan makanan dalam larutan cuka atau garam sehingga membuatnya lebih tahan lama. Beberapa jenis sayur dan buah juga cocok diasinkan seperti sawi dan wortel.

Selain makanan jadi lebih awet, pengasinan juga membuat makanan kaya akan cita rasa.

3. Tak perlu jadi perfeksionis

Banyak orang yang hanya memilih buah dan sayuran kualitas terbaik yang ada di supermarket. Sementara buah atau sayur dengan sedikit ‘kecacatan’ tak dipilih hingga akhirnya membusuk dan menjadi limbah.

Tak ada salahnya membeli sayuran atau buah yang sedikit cacat. Misalnya anda bisa memilih buah yang sudah matang dan langsung mengonsumsinya di rumah, sehingga buah tersebut tak harus berakhir di tong sampah. Anda juga bisa memilih sawi yang sedikit robek karena termakan ulat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.