Hari Pertama UTBK : Peserta Demam Dilarang Ikut Ujian!

oleh -127 views
Foto : Antara

ZETIZEN RADAR CIREBON – Penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021 bakal digelar pertama kali hari ini, Senin (12/4) di pusat UTBK yang tersebar di berbagaiĀ daerah. (jerrell)

LTMPT menetapkan pelaksana UTBK-SBMPTN berlangsung dua gelombang. Gelombang pertama digelar 12-18 April dan gelombang kedua 26 April-2 Mei 2021.

Pada beberapa pusat UTBK, seperti Universitas Negeri Jakarta, Universitas Indonesia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, UTBK gelombang kedua berlangsung hingga 4 Mei. Dan pusat UTBK Universitas Sulawesi Barat sampai 4 Mei.

Sepanjang pelaksanaan UTBK, terdapat beberapa ketentuan yang diberlakukan LTMPT maupun masing-masing pusat UTBK untuk mengantisipasi penularan covid-19. Salah satunya, peserta yang demam tidak diperkenankan mengikuti ujian.

“Apabila suhu peserta melebihi ketentuan dari protokol kesehatan (lebih dari 37,5 derajat celcius), maka tidak diperkenankan mengikuti ujian. Kemudian, dipersilahkan untuk menuju ruangan khusus untuk diperiksa lebih lanjut oleh tim medis,” tulis LTMPT.

Pada beberapa pusat UTBK, seperti UI dan IPB, peserta diwajibkan menyertakan surat pemeriksaan swab antigen yang menunjukkan hasil negatif ketika akan mengikuti UTBK.

LTMPT menyatakan informasi terkait persyaratan khusus seperti pemeriksaan swab antigen harus diperhatikan peserta UTBK dengan menanyakan perihal tersebut ke masing-masing pusat UTBK.

Sebelumnya, Dirjen Dikti Kemendikbud RI, Nizam menjelaskan peserta yang demam bakal dijadwalkan untuk mengikuti UTBK pada hari-hari selanjutnya.

Ia menegaskan pelaksanaan UTBK bakal dilakukan dengan protokol kesehatan. Di antaranya pengantar peserta tidak boleh menunggu di tempat tes, harus melalui pemeriksaan suhu, dan menjaga jarak di ruang ujian.

“Tidak demam boleh tes. Yang demam dipersilakan pulang, nanti boleh ikut di hari berikutnya,” tuturnya.

Terpisah, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Arief Sjamsulaksan Kartasasmita berkomentar. Ia mengatakan pihaknya mewajibkan setiap peserta ujian untuk mengisi aplikasi pelaporan kondisi kesehatan Mass Tracking setidaknya dua hari sebelum UTBK.

Lihat Juga : BEM FKIP E-sport and Art Competition

“Kami melihat secara praktikal (suket dan hasil tes) itu sulit karena kadang-kadang kalau seseorang sudah dites pun tidak menutup kemungkinan yang bersangkutan ada kontak dengan positif Covid-19,” kata Arief dalam siaran pers, Senin (12/4).

“Sehingga kami gunakan software evaluasi diri sehingga memperkecil seseorang yang punya riwayat paparan Covid-19 untuk ikut UTBK di Unpad,” lanjutnya.

Hasil evaluasi pada aplikasi ini akan digolongkan ke dalam empat bagian, yaitu clear atau jika tidak ada riwayat kontak sama sekali, dicurigai, kemungkinan besar, serta positif Covid-19.

Jika hasil evaluasi peserta berada minimal pada golongan dicurigai, panitia akan melakukan tindakan pencegahan sesuai protokol penanganan Covid-19 Unpad. Seperti membawa surat keterangan atau melakukan tes antigen dan swab di Klinik Unpad. Hingga, bisa menolak peserta untuk masuk ke kampus jika terbukti positif Covid-19.

Bagi peserta yang dinyatakan bebas atau clear, tetap diwajibkan mengikuti protokol kesehatan. Panitia juga tetap melakukan standar pemeriksaan yang ketat sebelum peserta dinyatakan bisa masuk ke lokasi ujian.

Selain itu, bagi peserta dari wilayah yang masuk ke dalam zona merah penyebaran Covid-19, dipersilakan untuk membawa surat keterangan bebas Covid-19. “Yang bersangkutan biasanya sudah tahu,” ujar Arief.

Unpad sendiri menggelar UTBK bagi 12.356 peserta di berbagai lokasi. Yakni, kampus Unpad Jatinangor dan kampus Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Cibiru, Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.