Jenis Hujan Meteor yang Dapat Kamu Saksikan di Langit Malam Part I

oleh -290 views
Jenis Hujan Meteor

ZETIZEN RADAR CIREBON- Jika kita berbicara mengenai fenomena langit, pastinya sangat identik dengan yang namanya hujan meteor. Fenomena langit hujan meteor itu sendiri pun merupakan fenomena langit yang banyak orang sukai. Namun di balik itu, apakah kamu tahu ada berapa jenis hujan meteor yang? Jika belum, simak ulasan berikut mengenai jenis hujan meteor yang dapat kamu saksikan di langit malam. (fb)

Baca juga: Konjungsi Bulan Itu Apa Sih?

Hujan Meteor Perseid

Yang pertama ada hujan meteor Perseid yang biasa terjadi mulai pertengahan bulan Juli hingga Agustus. Nama Perseid sendiri berasal dari radian hujan meteor tersebut yang berasal dari konstalasi Perseus.

Untuk kecepatannya sendiri, Perseid mampu melesat hingga 60 km/jam dengan kilatan yang terang juga ekor cahaya yang terbilang panjang. Sedangkan untuk asal dari hujan meteor ini sendiri yakni dari  serpihan debu ekor komet Swift Tuttle yang mengelilingi matahari 13o tahun sekali. 

Hujan Meteor Lyrid

Jika radian hujan meteor sebelumnya ada pada konstalasi Perseus, kali ini ada hujan meteor Lyrid yang mempunyai radian pada konstalasi Lyra. Hujan meteor Lyrid ini sendiri pun mempunyai sebutan lain yakni Alpha Lyrids atau April Lyrids karena kemunculannya pada bulan April yakni 16 hingga 26 April.

Sedangkan untuk asalnya, hujan meteor Lyrid berasal dari sisa debu ekor komet yang bernama Comet C/1961 G1 Thatcher. Keberadaan hujan meteor ini pun terbilang paling lama dari pada hujan meteor lainnya karena sudah ada sejak 2600 tahun yang lalu.

Hujan Meteor Orionid

Selanjutnya ada hujan meteor Orionid yang kemunculannya ada pada akhir bulan Oktober sekitar tanggal 21. Hujan meteor Orionid ini pun merupakan hujan meteor yang terbilang sangat jelas kenampakannya yakni 15 hingga 20 meteor perjamnya.

Untuk asalnya sendiri, hujan meteor Orionid merupakan pecahan dari komet Halley yang merupakan komet yang melintasi bumi setiap 76 tahun sekali.  

Hujan Meteor Geminid

Beberapa bulan setelah Orionid, ada hujan meteor Geminid yang biasa terjadi pada akhir tahun tepatnya bulan Desember setiap tahunnya. Hujan meteor ini sendiri berasal dari asteroid Palladian bernama 3200 Phaethon.

Hujan meteor Geminid dapat terlihat di belahan bumi bagian utara dan juga selatan dan akan menghasilkan kilauan berwarna putih, biru, kuning, merah, dan hijau.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.