Jenis Hujan Meteor yang Dapat Kamu Saksikan di Langit Malam Part II

oleh -609 views
Jenis Hujan Meteor

ZETIZEN RADAR CIREBON- Jika kita berbicara mengenai fenomena langit, pastinya sangat identik dengan yang namanya hujan meteor. Fenomena langit hujan meteor itu sendiri pun merupakan fenomena langit yang banyak orang sukai. Namun di balik itu, apakah kamu tahu ada berapa jenis hujan meteor yang? Jika belum, simak ulasan berikut mengenai jenis hujan meteor yang dapat kamu saksikan di langit malam. (fb)

Baca part sebelumnya di sini

Hujan Meteor Quadrantid

Tidak hanya Geminid, pada bulan Desember pun akan terjadi dua hujan meteor yakni hujan meteor Quadrantid yang terjadi pada akhir bulan Desember hingga awal Januari. Hujan meteor satu ini sangat terlihat jelas jika kamu melihatnya dari belahan bumi bagian utara karena radiannya berada di utara.

Sedangkan untuk di negara kita sendiri yakni Indonesia, kamu dapat menyaksikanya pada langit timur. Hujan meteor ini sendiri pun sudah ada cukup lama yakni sekitar 500 tahun yang lalu.

Hujan Meteor Eta Aquariids

Selanjutnya ada hujan meteor Eta Aquariids yang radiannya berada pada konstalasi Aquarius. Walaupun radiannya berada di konstalasi Aquarius, kamu tidak harus melihatnnya di rasi bintang Aquarius karena ia muncul dari segala arah.

Untuk kemunculan dari hujan meteor ini sendiri yakni pada pertengahan bulan April hingga akhir Mei. Sedangkan untuk asalnya, hujan meteor Eta Aquariids berasal dari pecahan komet Halley yang muncul 76 tahun sekali.

Hujan Meteor Delta Aquariids

Jika pada sebelumnya ada Eta Aquariids, kali ini ada Delta Aquariids yang masih sama-sama berasal dari konstalasi Aquarius. Namun untuk asalnya , Delta Aquariids berasal dari pecahan komet Marsden dan Kracht Sungazing.

Delta Aquariids ini sendiri, biasa muncul pada akhir bulan Juli yang puncak dari hujan meteornya tersebut yakni pada tanggal 28 hingga 30 Juli. Setiap jamnya, hujan meteor ini akan terlihat sebanyak 15 hingga 20 meteor.

Hujan Meteor Leonids

Seperti namanya, radian dari hujan meteor ini berada di rasi bintang Leo. Sedangkan untuk asalnya, hujan meteor ini berasal dari pecahan komet Swift Temple Tuttle atau dapat juga disebut dengan komet 55P.

Jika kamu tertarik untuk melihatnnya, hujan meteor ini akan terjadi pada bulan November sekitar tanggal 10 hingga 21 di setiap tahunnya. Dahulu hujan meteor Leonids ini terkenal sebagai ‘badai meteor’ karena pada tahun 1966 dan tahun 1999 – 2002 sempat menghasilkan lebih dari 3.000 meteor tiap menitnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.