Karantina Tahfidz : Mahasiswa Bekerjasama dengan DKM

oleh -273 views
KARANTINA TAHFIDZ: Anak-anak bersama tutor dari UKM HTQ sedang menghafal Alquran di Masjid Al-Ikhlas Kedawung.

CIREBONDewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Ikhlas Kedawung bekerjasama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Hayatu Tahfidzil Quran (HTQ) IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan Karantina Tahfidz. Kegiatan yang berlangsung 15 April-5 Mei 2021 itu mengusung tema “Mengisi Bulan Ramadan dengan Gema Alquran, Turut Meramaikan Masjid sebagai Sentral Kemajuan Umat yang Berperadaban”.

Menurut Ade Fukhurrokhman selaku Pembina Remaja Masjid Al-Ikhlas, kegiatan ini dilaksanakan dengan alasan melihat anak-anak di sekitaran masjid yang masih kurang peduli untuk memenuhi kewajiban salat dan mempelajari ilmu agama. Mereka lebih asyik untuk bermain game online.

“Awalnya DKM melihat anak-anak di sekitaran masjid yang kurang untuk niatan salat dan belajar ilmu ngajinya. Kebanyakan mereka tertarik karena ikut-ikutan,” ujarnya.

Sehingga dengan alasan tersebut, DKM beserta UKM HTQ IAIN Syekh Nurjati bekerjasama untuk membuat kegiatan berupa Karantina Tahfidz ini. Untuk dana, sepenuhnya akan ditanggung oleh pihak DKM.

Ketua UKM HTQ IAIN Syekh Nurjati, Arief Nurrochman menambahkan bahwa dari pihak mahasiswa ingin berkontribusi untuk menuangkan tridarma perguruan tinggi yang salah satunya berbakti untuk masyarakat.

Karantina Tahfidz ini merupakan kegiatan yang di dalamnya ada tugas untuk menghafalkan Alquran dan menerima setoran hafalannya dari masing-masing perserta. Untuk acara kali ini, pesertanya berasal dari umur 10-16 tahun.

Di akhir kegiatan Karantina Tahfidz, akan ada rihlah atau jalan-jalan sambil berziarah. Kegiatan tersebut dilakukan ke Situs Makam Sunan Gunung Jati pada tanggal 4 Mei. Kemudian, penutupan sekaligus wisuda tahfidz pada tanggal 5 Mei.

Arief menambahkan, dari panita mengharapkan ke depannya bisa mengadakan kegiatan seperti ini lagi. Sehingga, dampak yang dirasakan bisa terasa luas dan anak-anak yang mengikuti kegiatan ini juga semakin rajin mengaji dan salat serta bertaqwa pada Allah SWT.

“Kami mengharapkan ke depannya bisa diadakan lagi pada pertenggahan tahun. Jadi tidak cuma di Masjid Al-Ikhlas. Sehingga, kami harapkan pemerintah desa bisa bekerjasama dan juga terus mendukung kegiatan ini,” ujarnya. (jerell)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *