Kisah di Balik Film Godzilla Klasik

oleh -326 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Film duel hewan raksasa prasejarah Godzilla vs Kong kembali merajai box office Amerika di pekan ini. Dilansir Variety, Senin (19/4/2021), penjualan tiket Godzilla vs Kong diperkirakan sudah melampaui 300 juta dolar di pasar global. Angka tersebut sudah cukup untuk membuat para produser Godzilla vs Kong untung besar, karena ongkos produksinya hanya menelan biaya sebesar 165 juta dolar. Berikut Kisah di Balik Film Godzilla Klasik! (jerrell)

Pemeran Godzilla

Berbeda dengan film terdahulu, saat ini pembuatan Godzilla menggunakan kecanggihan teknologi, seperti computer-generated imagery (CGI).

Hal itu membuat kualitas gambar film-film di zaman sekarang nampak lebih nyata.

Sementara pada zama dahulu, film-film klasik Godzilla diperankan dengan aktor yang memakai kostum dan miniatur perkotaan.

Three generations of Godzilla suit actors, stompin’ Tokyo ?? pic.twitter.com/EwS0DejwZh — Katie Rife (@RifewithKatie) March 26, 2021

Siapakah aktor-aktor di balik kostum monster legendaris ini?

1. Haruo Nakajima

Dilansir BBC, Haruo Nakajima adalah orang yang pertama kali menjadi aktor yang mengenakan kostum Godzilla di film.

Nakajima mengenakan kostum Godzilla dalam 12 film. Dalam sebuah wawancara, Nakajima menjelaskan bahwa kostum asli untuk film pada 1954 dibuat dari beton siap pakai dan beratnya mencapai 100 kg.

Nakajima mempelajari gerak-gerik hewan di kebun binatang Tokyo untuk mempersiapkan peran tersebut.

Karir Nakajima dimulai sebagai pemeran pengganti dalam film samurai dan perang “Seven Samurai” yang disutradarai oleh Akira Kurosawa.

Film pertama berjudul Godzilla pada 1954, disutradarai oleh Ishiro Honda dan diproduksi oleh studio film terkenal Jepang Toho. Ceritanya tentang seekor binatang raksasa yang muncul dari dalam bumi, setelah adanya uji coba nuklir.

Dia kemudian memainkan karakter tersebut dalam sekuel berturut-turut serta bermain sebagai binatang buas lainnya Rodan, Mothra dan King Kong. Kemunculan terakhirnya ada di film Godzilla vs Gigan pada 1972.

Nakajima meninggal pada 8 Agustus 2017 karena pneumonia di usia 88 tahun.

2. Kenpachiro Satsuma

Pada 20 Mei 1998 film Godzilla kembali dirilis dan keuntungan hanya 55 juta dolar oleh produser Amerika Serikat, TriStar.

Akibat keuntungan sedikit, TriStar membatalkan rencana pembuatan dua sekuel lagi. Muncul berbagai kritik dari film di tahun tersebut.

Melansir vulture.com, ada juga berpendapat bahwa film ini membawa kegembiraan dengan efek khusus yang canggih, bagi anak-anak usia 12 tahun.

Pada pemutaran perdana film di Tokyo, Kenpachiro Satsuma, salah satu dari sepuluh aktor yang memerankan Godzilla diundang.

Ia sebelumnya menjadi aktor Godzilla yang diproduksi Toho Jepang dari 1984 hingga 1995.

Merasa kecewa dengan film ini, Satsuma keluar dari pemutaran perdana.

“Ini bukan Godzilla, (ini) tidak memiliki roh,” katanya.

Satsuna sendiri adalah aktor Jepang yang lahir pada 27 Mei 1947. Selain Godzilla, ia berperan sebagai monster jahat Hedorah dan Gigan bersama teman sekaligus mentornya, Haruo Nakajima.

3. Tsutomu Kitigawa

Tsutomu Kitigawa lahir pada 21 Desember 1957 di Kudamatsu, Yamaguchi, Jepang.

Dilansir dari Wikizilla, Kitigawa bekerja sebagai aktor dan pemeran pengganti.

Dia dikenal berkat perannya dalam film-film Godzilla di era Milenium. Kitigawa juga memainkan beberapa perandalam seri 1979, Megaloman dan King Ghidorah di Rebirth of Mothra III.

From (L to R) Tsutomu Kitagawa (1999 – 2004), Haruo Nakajima (1954 – 1972), and Kenpachiro Satsuma (1984-1995). All 3 Godzilla actors ?? pic.twitter.com/rrt6kP6mH0 — Nicola ???? (@CrazyCatThommo) May 29, 2019

Dalam sebuah dokumenter film Godzilla, Kitigawa mengungkapkan suka-duka berperan dengan kostum Godzilla.

Salah satunya adalah pengalaman Kitigawa saat masuk ke dalam kolam air dengan derek.

Kostum Godzilla masa itu sangat berat dan minim udara. Sebelum syuting, aktor perlu dialiri oksigen melalui selang. Saat syuting mulai, selang dilepas.

“Saya berdiri. Tabung oksigen dipasang, derek mulai bergerak. Saat saya turun, selang itu terlepas. Saya berteriak: Berhenti! Saya tidak bisa bernapas! Tapi mereka terus mendorong saya ke dalam air,” kisah Kitigawa.

Karena bahaya, syuting pun dihentikan. Kitigawa kapok dan tidak ingin melakukannya lagi. Akhirnya, kostum Godzilla dirancang lebih fleksibel untuk memperlancar pembuatan film.

Selain kostum, latar dan properti yang digunakan pun dirancang sedemikian rupa menyerupai kota atau hutan.

Dalam dokumenter itu menyebutkan, perlu waktu 23 jam untuk membangun set. Dan aktor Godzilla diminta menghancurkannya hanya dalam 10 detik.

Di salah satu film, ada adegan dengan properti kastil Jepang. Biayanya menghabiskan 500 ribu yen. Dua kali lipat dari gaji aktor.

Zaman berlalu, Godzilla berganti.

Kini properti, kostum dan latar banyak dibantu dengan kecanggihan teknologi. Namun bagi para penggemar Godzilla, sejarah dan peran aktor di film-film klasik ini tak akan pernah terganti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.