Lestarikan Azan Pitu, Kegiatan Ibadah Kembali Padat

oleh -55 views
SALAT TARAWIH : Masyarakat Cirebon dan sekitar Keraton Kasepuhan sedang mengikuti Salat Tarawih di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Rabu malam (14/4).

MASJID Agung Sang Cipta Rasa didirikan pada tahun 1480 M oleh Syekh Syarif Hidayatullah, yang berarti hingga saat ini sudah berusia 541 tahun.

Pada mulanya, masjid ini didirikan sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di Cirebon. Sesuai dengan titipan dari Sunan Gunung Jati yang berbunyi “ingsun titip tajug lan fakir-miskin”.

Yang menarik, hingga saat ini ada salah satu tradisi yang masih kental di Cirebon, terutama Masjid Agung Sang Cipta Rasa ini. Tradisi tersebut dinamakan dengan Azan Pitu. Pitu dalam Bahasa Indonesia berarti tujuh. Dengan kata lain, Azan Pitu adalah azan yang dilakukan oleh tujuh orang.

Kisah Azan Pitu sebenarnya bermula dari mewabahnya suatu penyakit yang mematikan. Dan menewaskan salah satu istri Sunan Gunung Jati, yaitu Nyi Mas Pakungwati. Sehingga, dikumandangkanlah Azan Pitu tersebut. Hingga sekarang, azan pitu masih dilakukan saat Salat Jumat. Azan Pitu juga dipercaya oleh masyarakat sebagai penolak bala atau kejadian buruk yang ada di Cirebon.

Menurut Bajuri, salah satu muazin di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, setahun setelah pandemi Covid-19 di masjid ini sudah menyelenggarakan salat berjamaah lima waktu seperti biasa dan Salat Jumat. Bahkan memasuki bulan Ramadan kali ini, diadakan kembali Salat Tarawih, yang pada tahun sebelumnya tidak dapat dilaksanakan karena pandemi. Aktivitas ibadah berjamaah tersebut tentunya dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 yang dan dianjurkan oleh pemerintah.

“Sama seperti Salat Tarawih, ada beberapa kegiatan yang kembali dilaksanakan tahun ini, misalnya Salat Tahajud, buka puasa bersama dan Nuzulul Quran. Kegiatan tersebut kembali dilaksanakan mengingat adanya pelonggaran aktivitas terutama bagi umat Muslim dalam menjalankan aktivitasnya,” ujar Bajuri.

Bagi masyarakat Cirebon dan sekitarnya bisa mengikuti kegiatan-kegiatan di Masjid Agung Sang Cipta Rasa selama bulan suci Ramadan ini. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan. (jerrell)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *