Masjid Kuno Bondan : Masjid Tertua di Indramayu

oleh -722 views
TERAWAT: Masjid Kuno Bondan yang terbuat dari kayu tampak masih kokoh, meski terakhir kali direnovasi pada tahun 1992.

INDRAMAYUMasjid Kuno Bondan atau Masjid Darussajidin Bondan Barat, merupakan salah satu masjid tertua di Indramayu bahkan Jawa Barat. Hingga kini masjid yang berada di Desa Bondan, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu itu terlihat masih kokoh.

Menurut Juru Pelihara Masjid Kuno Bondan, Nudiyalis Sholat (26), di kubah masjid atau momolo tertulis angka 1414, disinyalir sebagai tahun berdirinya masjid tersebut. Momolo terbuat dari tanah liat yang berbentuk semacam menara dengan empat sisi, yang memiliki arti syariat, tarikat, hakikat, dan makrifat.

Pendiri dari masjid ini adalah Syekh Datuk Kahfi yang lebih dikenal masyarakat Cirebon dengan sebutan Syekh Nurjati. Namun, masyarakat Bondan lebih mengenalnya dengan julukan Syekh Bayanillah karena letak lokasi yang berada di bantaran Sungai Cimanuk.

“Pendiri dari masjid ini yaitu Syekh Datuk Kahfi yang masyarakat Bondan sebut dengan Syekh Bayanillah, sebab Bondan berada di pinggir Sungai Cimanuk,” ujar Nudiyalis ketika ditemui Radar Cirebon, akhir pekan kemarin.

Tempat Prabu Siliwangi Bertemu Nyai Subang Larang

Nudiyalis menambahkan, masjid ini menurut cerita dibangun dalam satu malam. Hal inilah yang menjadi alasan penamaan Masjid Sapu Angin Sadalu. Masjid ini juga pada awalnya berada di Kebon Pandan Alas yang dijadikan pusat penyebaran Islam oleh Syekh Datuk Kahfi. Menurut cerita, Masjid Bondan pernah dijadikan tempat membentuk para wali oleh Syekh Datuk Kahfi. Di tempat ini juga, Prabu Siliwangi pernah bertemu dengan Nyai Subang Larang.

“Sebelum adanya Cirebon, di sinilah tempat Syekh Datuk Kahfi membentuk para wali, termasuk di antaranya Pangeran Cakrabuana dan Sunan Gunung Djati,” imbuhnya.

Masjid Kuno Bondan juga pernah diteliti oleh seorang ulama yang berasal dari Indramayu. Beliau mengambil sampel kayu dari salah satu bagian masjid, untuk diteliti di laboratorium. Hingga diketahui, bahwa kayu tersebut sudah ada sekitar tahun 1300 M.

“Bahkan tahun 1400-an itu merupakan zamannya Syekh Alimudin, muridnya Syekh Bayanillah yang meneruskan beliau, karena pintunya itu pernah diuji laboratorium sudah ada sejak 1300 M,” tandasnya.

Unik dan Kuno

Masjid ini sebenarnya terbagi ke dalam dua bagian, yakni bagian teras yang merupakan hasil renovasi yang dilakukan pihak masjid. Kemudian, bagian utama masjid yang semuanya terbuat dari kayu jati. Hal yang unik adalah bangunan masjid ini berbentuk panggung dengan tinggi 50 sentimeter dari tanah.

Ukuran dari masjid ini yakni 9×9 meter yang dibagian sisi kanan dan kirinya terdapat jendela sederhana berbentuk kotak. Sementara di bagian depan masjid terdapat jendela kecil berbentuk bintang. Namun, bangunan masjid dari kayu ini masih asli hanya ada beberapa renovasi terutama pada kayu.

“Bangunan masjid masih asli sejak dari dahulu. Walaupun, sudah ada renovasi sebanyak tiga kali pada tahun 1965, 1979, dan 1992. Namun, seperti kayu dan juga atap sudah diganti,” ujarnya.

Dilansir dari laman resmi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten, Syekh Datuk Kahfi mengumpulkan para pengikutnya untuk memusyawarahkan pendirian bangunan salat berjamaah. Akhirnya, mereka menyepakati untuk mendirikan masjid yang letaknya tidak jauh dari Sungai Cimanuk dan cangkop atau balai yang telah dibangun oleh Ki Geden Bondan yaitu di Desa Bondan Barat. Kemudian keesokan harinya, Syekh Datuk Kahfi membuat bedug yang bila ditabuh bisa terdengar sampai Cirebon. Hingga saat ini, bedug tersebut tidak diketahui keberadaannya. (Jerrell)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *