Masjid Raya yang Dihancurkan ISIS di Mosul Irak Akan Dibangun Lagi

oleh -52 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Sekelompok arsitek Mesir berhasil memenangi sayembara desain pembangunan kembali Masjid Raya al-Nuri di Kota Mosul, Irak, setelah empat tahun lalu hancur oleh kelompok milisi yang menyebut diri mereka Negara Islam (ISIS). (cva)

Kelompok itu meledakkan masjid peninggalan abad ke-12 tersebut pada Juni 2017 saat pasukan pemerintah Irak bergerak merebut kembali Kota Mosul. Pertempuran merebut kembali Mosul berlangsung hampir sembilan bulan, menghancurkan sebagian besar kota itu. Ribuan warga sipil tewas dan lebih dari 900.000 lainnya kehilangan tempat tinggal.

Tiga tahun sebelumnya, pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi memproklamirkan “kekhalifahan” dari masjid tersebut.

Pertempuran di Mosul berlangsung hampir sembilan bulan. Itu meninggalkan sebagian besar reruntuhan kota. Ribuan warga sipil tewas dan lebih dari 900 ribu warga mengungsi.

source by: ihram.co.id

Warisan Nur al-Din Mahmoud Zangi

Nama masjid raya itu terinspirasi dari seorang tokoh bernama Nur al-Din Mahmoud Zangi – penguasa Mosul dan Aleppo yang terkenal menyatukan laskar-laskar Muslim melawan Tentara Salib Kristen. Dia yang memerintahkan pembangunan masjid itu pada 1172, dua tahun sebelum meninggal.

Selama 28 tahun memerintah, Nur al-Din berhasil merebut Damaskus dan turut berperan bagi keberhasilan Saladin, yang menjadi anak buahnya sebagai panglima perang di Mesir sebelum mendirikan dinasti Ayyubiyah dan merebut kembali Yerusalem pada tahun 1187.

Nur al-Din juga dihormati oleh para jihadis atas upayanya untuk membuat Muslim Sunni mendominasi atas Syiah.

Menara “Si Bungkuk”

Dijuluki “al-Hadba” atau “si bungkuk”. Menara tersebut rusak parah selama Pertempuran Mosul (ISIS)

Pada saat pembangunannya selesai, menara itu memiliki tinggi 45 meter. Tetapi pada saat Ibnu Batutah mengunjungi Mosul pada abad ke-14, menara itu sudah miring secara signifikan sehingga berjuluk “al-Hadba”.

Penyebab kemiringan menara itu tidak sepenuhnya diketahui. Menurut kepercayaan lokal, menara itu membungkuk kepada Nabi Muhammad saat naik ke surga. Tetapi, para ahli percaya hal itu terjadi karena tekanan angin barat laut. Efek matahari pada batu bata di sisi selatan, atau terkait kualitas gipsum untuk menahan batu bata juga bisa menjadi salah satu faktor.

Lalu serangan bom yang menyerang Mosul selama perang Iran-Irak juga merusak pipa bawah tanah di dekat dasar menara, dan ini membuat limbah terkumpul di kolam dan melemahkan fondasinya.

Pembangunan Kembali

Pembangunan kembali Masjid Agung Al-Nuri adalah bagian dari program Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dalam mendorong kebangkitan kota Mosul yang luluh lantak akibat perang. Melansir pada BBC Jumat (16/4) sebanyak delapan arsitek Mesir telah terpilih dari 123 orang.

Delapan arsitek Mesir itu, dengan desain bernama Courtyards Dialogue, terpilih dari total 123 desain.

Desain aula salat akan dibuat seperti dulu, tentu dengan sejumlah perubahan, termasuk penggunaan cahaya alami dan perluasan ruang salat untuk perempuan dan tokoh-tokoh penting, demikian pernyataan UNESCO.

“Rekonstruksi masjid akan menjadi tonggak penting dalam proses memajukan rekonsiliasi kota,” kata Kepala Badan Kebudayaan UNESCO PBB, Audrey Azoulay.

Nantinya aula sholat akan terlihat kembali bagus seperti sebelum mengalami kehancuran. Banyak perubahan penting termasuk konsep pencahayaan alami dan perluasan area ibadah bagi jamaah wanita dan sejumlah tamu penting.

Rencananya pembangunan akan dimulai akhir tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *