Mendaki Gunung di Bulan Puasa? Ini Tipsnya

oleh -204 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Mendaki gunung di bulan Ramadhan memberikan tantangan tersendiri bagi pendaki. Selain melelahkan, kamu tentu dilarang makan dan minum karena bisa membatalkan puasa. (cva)

Bagi sebagian orang, melakukan kegiatan pendakian sambil puasa mungkin sesuatu yang tidak mungkin dilakukan. Selain karena mendaki adalah kegiatan yang melelahkan, para pendaki juga tidak bisa istirahat sejenak sambil makan atau minum tanpa membatalkan puasa.

Akan tetapi, sebagian sobat pendaki mungkin merasa tertantang untuk mendaki selama bulan puasa. Jika kamu adalah salah satunya, berikut tips mendaki selama bulan puasa, melansir dari berbagai sumber.

1. Perhatikan asupan nutrisi saat sahur

Meski kamu mungkin merasa ngantuk, ada baiknya kamu jangan malas-malasan saat sahur dan makan hidangan penuh nutrisi. Jika asupan nutrisi tubuhmu kurang, hal tersebut akan mempengaruhi daya tahan tubuh dan menyebabkanmu mudah lemas selama pendakian.

Menurut pendaki sekaligus anggota Federasi Mountaineering Indonesia, Harley B. Sastha, saat sahur dan berbuka, pastikan kamu makan dan minum yang mengandung nutrisi yang cukup.

“Makan makanan yang benar-benar memenuhi kebutuhan nutrisi, gizi, dan gula tubuh kamu, saat berbuka, malam hari dan sahur,” ujar Harley, mengutip dari Kumparan.com

Jangan mendaki saat kamu baru saja memulai berpuasa di awal Ramadhan. Sebab, tubuh masih dalam tahap adaptasi dengan ritme puasa harian pada pekan pertama Ramadhan.

Untuk itu, kamu bisa mendaki di pekan kedua atau ketiga. Sebab, di waktu tersebutlah tubuh sudah mulai beradaptasi dengan ritme puasa yang kamu lakukan.

Agar lebih maksimal, kamu bisa mempersiapkan fisikmu terlebih dahulu dengan mulai berolahraga ringan dalam kondisi berpuasa. Misalnya seperti jogging atau bersepeda.

2. Pilih Gunung dengan Medan yang Tidak Terlalu Berat

Mendaki gunung di bulan Ramadhan tentu berbeda dengan mendaki pada waktu-waktu lainnya. Untuk itu, kecilkan ego dan pilihlah gunung dengan medan yang tidak terlalu berat.

Selain itu, kamu juga bisa memilih gunung yang berada dekat dari tempat tinggalmu. Apabila kamu tinggal di Jakarta, kamu bisa memilih gunung yang ada di Jawa Barat seperti Gunung Papandayan, Gunung Andong di Jawa Tengah, atau Gunung Ijen di Jawa Timur.

Lebih baik memilih gunung yang durasi waktu pendakiannya tidak memerlukan waktu lama atau bisa didaki sekitar 1-2 hari saja dan pilih gunung yang medan pendakiannya juga tidak terlalu berat.

Sebab, dengan jalur yang ringan, kamu tidak akan merasa lelah dan durasi pendakianmu terbilang singkat.

3. Mendaki di Sore Hari

Biasanya setiap pendaki akan melakukan pendakian di pagi atau menjelang siang hari. Saat berpuasa, kamu bisa memilih untuk melakukan pendakian di sore hari

Selain bisa sambil ngabuburit, mendaki di sore hari juga membuatmu terhindar dari cuaca panas dan sinar matahari yang terik.

4. Bawa Logistik Secara Efisien

Selanjutnya, kamu bisa mengatur logistikmu secara efisien agar tidak mudah lelah saat mendaki. Tak perlu membawa banyak barang, kamu bisa membawa logistik secukupnya.

Namun, jika barang yang diperlukan memang banyak, kamu bisa membagi tugas dengan teman pendakian atau anggota di kelompok pendakianmu.

5. Mendaki Bareng Teman yang Berpuasa

Agar kegiatan pendakian di bulan puasamu bisa berjalan lancar dan semakin menyenangkan, kamu bisa mndaki gunung bareng teman-temanmu.

Selain ada teman yang bisa diajak ngobrol di sepanjang perjalanan, mendaki bersama teman juga bisa memudahkanmu jika hal-hal darurat dan kamu membutuhkan pertolongan dengan cepat.

Tetap membawa perlengkapan sesuai standar SOP pendakian dan mendaki bersama teman yang juga berpuasa karena bisa saling menguatkan dan mengingatkan.

6. Tidak Perlu Buru-Buru

Sebelum puasa, kamu mungkin bisa mendaki gunung dengan cepat dan mengikuti target yang kamu buat. Akan tetapi, hal ini tidak perlu kamu lakukan saat mendaki di bulan Ramadhan. Ada baiknya kamu mengikuti ritme pendakian agar tidak cepat merasa lelah.

Sembari mendaki dengan santai, kamu juga bisa menikmati pemandangan alam yang indah maha karya Sang Pencipta. Selain itu, jika merasa tidak kuat, kamu juga tidak perlu memaksakan untuk sampai ke puncak, ya!

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.