Mengkaji Empat Kitab Kuning

oleh -57 views
MENGKAJI KITAB KUNING: Sejumlah santri Ponpes Al-Ihya mengikuti pengajian kitab kuning yang harus tamat selama bulan Ramadan.

CIREBON-Selama Ramadan 1442 Hijriyah ini, ada hal yang berbeda di Pondok Pesantren Al-Ihya. Yakni kembali mengadakan pengajian pasaran, mengkaji empat kitab kuning sekaligus.

Menurut KH Syamsudin, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ihya, kitab-kitab yang akan dikaji tersebut memang harus tamat selama bulan Ramadan.

“Kita punya target kepada para santri, untuk menamatkan empat kitab yang akan dikaji ini,” ujarnya saat ditemui Radar Cirebon.

Empat kitab yang dikaji tersebut adalah kitab Sulamul Munawaraq yang berisikan tentang ilmu mantik, logika. Kemudian ada kitab Imriti yang terkait dengan ilmu nahwu, mirip dengan grammar dalam Bahasa Inggris-nya.

Untuk yang ketiga ada kitab Qamiut Tughyan atau Syubul Iman. Dan yang terakhir kitab Qawaidulqiraah, tentang kaidah-kaidah qiraat baca Alquran yang di dalamnya terdapat Qiraat Sab’ah juga. Qiraat tersebut berisikan qiraat 7 imam.

Syamsudin melanjutkan, pengajian ini diikuti oleh para santri semuanya yang merupakan santri yang mukimin atau menentap di pesantren. Pelaksanaannya bakda Subuh, bakda Duzur, bakda Asar, dan bakda Salat Tarawih. Untuk waktu yang paling lama biasanya dilaksanakan bakda Salat Tarawih yang sampai malam hingga pukul 23.00 WIB atau 00.00 WIB.

DalamB ulan Ramadhan kali ini, Ponpes Al-Ihyajuga tetap mengadakan buka puasa bersama. Namun, buka puasa tersebut bertempat di warung yang sudah disediakan oleh ponpes ataupun terkhususnya untuk santriwati di dalam asrama ponpes tersebut. (Jerrell)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *