Mitologi Yunani Kuno, Air Bah Ternyata Pertanda Murka Para Dewa!

oleh -504 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Kisah hal air bah yang dikirim oleh para dewa untuk menghancurkan kemajuan zaman. Air bah yang dipercayai merupakan suatu sikap yang dibuat pembalasan ilahi, adalah sebuah tema yang tersebar luas dalam mitologi Yunani Kuno. (cva)

Masyarakat Yunani percaya bahwa munculnya air bah atau banjir bukan kebetulan, tetapi ada maksud di dalamnya.

Sejarah

Dalam mitologi Yunani Kuno tercatat bahwa terdapat dua air bah yang menyudahi dua zaman manusia. Air Bah Ogigian yang menyudahi Zaman Perak, dan Air Bah Deukalion yang menyudahi Zaman Perunggu Pertama.

Air bah Ogigian bernama demikian karena air bah tersebut terjadi pada masa Ogiges, pendiri dan raja Thebes.Banjir ini menutupi seluruh alam dan begitu menghancurkan sehingga negara itu tak mempunyai raja sampai pemerintahan Kekrops.

source by: pintarpinter.com

Legenda Deukalion seperti yang dikisahkan oleh Apollodorus dalam The Library mengandung sejumlah kesamaan dengan Bahtera Nuh. Prometheus menasihati anaknya Deukalion untuk membuat sebuah peti raksasa dan masuk bersembunyi. Akhirnya, semua orang tewas, kecuali mereka yang menyelamatkan diri ke gunung-gunung yang tinggi. Gunung-gunung di Thessaly terbelah, dan seluruh alam di luar Isthmus dan Peloponnesos tenggelam. Deukalion dan istrinya Pyrrha, terapung-apung di dalam peti itu selama sembilan hari sembilan malam, yang kemudian mendarat di Parnassus.

Ada pula sebuah versi yang lebih tua yang bersumber dari Hellanikus. Dikisahkan bahwa bahtera Deukalion mendarat di Gunung Othrys di Thessaly.

Deukalion dan Pyrrha
source by: britannica.com

Versi lain mengatakan bahwa peti Deukalion mendarat di sebuah puncak, kemungkinan Phouka, di Argolis. Ketika hujan berhenti, beliau memberikan kurban kepada Zeus. Lalu, atas instruksi Zeus, beliau melemparkan batu-batu. Kemudian batu-batu yang telah ia lempar berubah menjadi laki-laki, dan batu-batu yang Pyrrha lempar menjadi perempuan. Appollodorus menceritakan ini sebagai aetiologi untuk kata Yunani laos “rakyat” yang berasal dari kata laos “batu”.

Sementara, Kaum Megarian menceritakan bahwa Megarus, anak Zeus, selamat dari banjir Deukalion. Megarus berenang hingga ke puncak Gunung Gerania, di bawah bimbingan teriakan-teriakan burung-burung bangau.

Teori Penjelas

Sejumlah geologiwan percaya bahwa sebuah banjir yang lebih besar daripada yang biasanya, mungkin telah memengaruhi terciptanya mitologi Yunani Kuno ini.

Salah satu teori yang terbaru, dan cukup kontroversial, dari teori seperti ini yaitu Teori Ryan-Pitman. Kehadiran air bah yang sangat dahsyat pada sekitar 5600 SM dari Laut Tengah ke dalam Laut Hitam ditaksir sebagai kemungkinan dasar-dasar dari mitos-mitos ini.

Misalnya, sebagian orang sudah menyatakan bahwa versi-versi asli dari mitos Air Bah Deukalion kemungkinan berasal dari dampak megatsunami. megatsunami ini terjadi karena ledakan Gunung Thera  pada masa seratus tahun ke-18 sampai ke-15 SM.

Yang lebih spekulatif, sebagian mengemukakan bahwa mitos-mitos air bah ini kemungkinan telah muncul dari cerita-cerita rakyat terdahulu. Kemudian mereka berkisah turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya sebagai sejarah lisan. Contohnya, tentang naiknya permukaan laut yang sangat besar yang menyertai berakhirnya Zaman Es terakhir sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Sejumlah pakar percaya bahwa kisah air bah di Kitab Kejadian sebenarnya adalah versi lain dari beberapa kisah mitos sebelumnya dari Mesopotamia (termasuk Epos Ziusudra, Epos Atrahasis, dan Epos Gilgames). Kehadiran pakar yang mengedepankan bahwa mitos Kitab Kejadian, mengungkapkan bahwa Kitab Kejadian mempunyai ciri-ciri yang lebih tua dari versi Babilon.

Sebuah teori kontroversial lainnya ialah bahwa air bah itu terjadi karena satu atau lebih dampak asteroid. Asteroid yang melepaskan sejumlah besar uap air ke atmosfer dan ruang angkasa yang rendah menyebabkan air bah tersebut terjadi.

Nah, kalau sobat Zetizen percaya yang versi mana, nih?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.