Pengoperasian BRT Secara Maksimal Baru Bisa Dilakukan Tahun 2022!

oleh -74 views
Pengoperasian BRT Secara Maksimal Baru Bisa Dilakukan Tahun 2022!
Foto : JERRELL ZEFANYA T/ ZETIZEN RADAR CIREBON

ZETIZEN RADAR CIREBON – Kemarin, Selasa (13/4), masyarakat umum sudah bisa menggunakan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon untuk pertama kalinya secara gratis. Namun, pengoperasian BRT secara maksimal baru bisa dilakukan tahun 2022!

Adapun rute yang akan dilalui BRT selama masa percobaan, sebagai berikut :

Terminal Dukuhsemar, keluar menuju Jl Cirebon Permai 3, Jl Ahmad Yani, Jl Brigjend Dharsono (By Pass)-Pertigaan Kedawung. Lanjut ke Jl Pilang Raya, Jl Diponegoro, Jl Kapten Samadikun, lurus terus sampai pertigaan Tiga Berlian Kalijaga. Kemudian ke Jl Layang Pegambiran, ke Jl Cirebon Permai 3, dan masuk ke Terminal Dukuhsemar.

Sementara untuk jumlah armada yang diturunkan dalam masa percobaan ini, hanya satu unit dengan jam operasional yang dimulai pukul 5.30 – 19.00 WIB. Untuk tiket, dari tanggal 12-25 April 2020 atau 2 minggu ke depan masih gratis.

Selain itu, waktu tempuh yang diperlukan hanya berkisar 1 jam dengan transisi waktu antar halte sekitar 5-20 menit. Hingga saat ini, sudah ada 7 halte yang dioperasikan oleh PT.Bima Inti Global selaku pengelola BRT Trans Cirebon.

Ketujuh halte tersebut diantaranya Halte Dukuhsemar, SMPN 8, Monumen Juang, Kantor Kecamatan Kejaksan. Kemudian, Halte Pesisir atau Halte Perikanan dan Kelautan, Halte Yos Sudarso, dan Halte Karang Anom (Depan Tiga Berlian).

Baru Bisa Dioperasikan Maksimal Tahun 2022!

Menurut Johan selaku Pengelola BRT Trans Cirebon, untuk 10 armada BRT Trans Cirebon yang sudah tersedia akan beroperasional secara penuh pada tahun 2022. Namun, pada tahun 2021 ini pengelola akan mengoperasikan 5 armada terlebih dahulu. Dengan rincian 2 armada untuk Dalam Kota dan 3 armada untuk Kabupaten.

“Nantinya setelah 2 minggu masa uji coba ini, akan dioperasikan 5 unit armada dengan rute yang mencakup Kabupaten Cirebon yang dioperasionalkan setiap 2 jam sekali,” ujarnya.

“10 armada BRT itu nantinya baru bisa beroperasi maksimal pada tahun 2022. Dengan headaway sekitar 15 menit per satu kali rute keberangkatan. Namun untuk 2021 ini belum bisa maksimal,” imbuhnya.

Johan juga berharap bahwa masyarakat Cirebon bisa mendukung dan menjaga BRT Trans Cirebon agar tetap bisa berjalan.

“Kami berharap masyarakat Cirebon bisa menerima dan mendukung BRT Trans Cirebon ini dengan menggunakannya, terutama pada masa uji coba ini,” tutupnya. (jerrell)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *