Peradaban Kuno Afrika Termasyhur dalam Sejarah Dunia (Part 1)

oleh -410 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Benua Afrika menyimpan banyak cerita sejarah. Peradaban kuno seperti Mesir berkembang dan melahirkan bangunan yang termasuk sebagai keajaiban dunia.(cva)

Kita pasti akrab dengan Mesir, tanah Firaun dan rumah bagi budaya serta sejarah dunia yang berpengaruh selama ribuan tahun. Beberapa di antaranya dihancurkan oleh penjajah kolonial, dan yang lain dilupakan atau mungkin diungkapkan, dan memiliki pengaruh budaya yang hidup sampai hari ini.

Berikut ini beberapa peradaban kuno Afrika termasyhur dalam sejarah dunia.

1. Negeri Punt

Menurut Ancient History Encyclopedia, sebelum Mesir berdiri, sudah ada Negeri Punt. Berasal dari 3000 SM, dari suatu tempat di sekitar Somalia modern, Negeri Punt adalah “tanah para dewa” bagi orang Mesir kuno.

Bukan saja dewa dan dewi seperti Hathor, melainkan semua jenis perdagangan ada di wilayah ini. Melansir Ancient Origins, mereka menemukan bahwa wilayah itu kaya akan dupa, tanaman hidup, emas, kulit macan tutul, dan beberapa gajah. Yang mana itu adalah salah satu ekspedisi perdagangan utama Firaun perempuan bernama Hatshepsut.

Dupa menjadi barang perdagangan utama. Sebagaimana dirinci oleh Think Africa, Negeri Punt merupakan sumber dari beberapa jenis dupa yang terdapat dalam ritual Mesir. Tetapi sampai hari ini, para ahli tidak tahu pasti di mana kerajaan itu berada. 

2. Kerajaan Yam

Melansir Ancient Sudan, peradaban kuno ini berjaya sekitar 2500 SM. Peradaban Yam terdapat dalam beberapa teks pemakaman Mesir dan terkait dengan kekaisaran Nubian-Kushite. Diperkirakan, peradaban itu mungkin berada di suatu tempat di zaman modern Chad atau Sudan.

Para ahli meyakini bahwa kerajaan itu ada di suatu tempat di selatan Mesir. Dari prasasti yang berasal dari tahun 2200 SM, tertulis bahwa Yam cukup kuat dan menjadi ancaman bagi Mesir.

Sama seperti kerajaan Punt, Yam sangat kaya raya. Bangsa ini merupakan penghasil gading, kayu hitam, dan bulu. Kekuatan militer Yam juga terkenal karena pasukan tentara bayarannya.

3. Kerajaan Aksum

Pada Common Era (Era Umum), peradaban besar Afrika memiliki reputasi yang cukup baik karena menjadi kerajaan perdagangan yang sangat kaya. Aksum, yang berkembang antara 100 dan 940 M, menurut Heritage Daily, menjadi penghubung rute perdagangan utama di Afrika dan Timur Tengah.

Semua perdagangan internasional harus melalui kerajaan ini, yang terletak di Ethiopia dan Eritrea modern. Roma, Kekaisaran Bizantium, penguasa perdagangan India, karavan Arab, mereka semua berbisnis dengan Aksum.

Sebagai catatan yang dilansir Khan Academy, pada puncak peradaban di abad ketiga dan keempat, Aksum menjadi salah satu dari empat kerajaan besar dunia. Jejak Aksum masih tertinggal dalam agama Kristen Koptik, agama di Tanduk Afrika dan sekitar Ethiopia.

Menurut Encyclopedia Britannica, beberapa raja Aksum adalah mualaf yang menjadi Kristen Bizantium. Mereka memanfaatkan agama dalam peperangan untuk memperluas wilayah mereka pada tahun 300-an. Selain itu, mengambil alih sebagian besar Afrika Timur sebelum terusir karena kedatangan pedagang Arab dan Persia. 

4. Peradaban Kekaisaran Ghana atau Wagadu 

Kekaisaran Ghana kuno, atau Wagadu sebenarnya secara geografis tidak terkait dengan Ghana modern. Peradaban kuno ini ada di suatu tempat di dekat Mauritania dan Mali dan berkembang dari tahun 500-an hingga 1200-an Masehi.

Wagadu terkenal di kalangan para pedagang Arab dan Eropa sebagai “tanah emas”, menurut Ancient History Encyclopaedia . Raja-raja Wagadu mengendalikan semua emas di daerah tersebut, yang akhirnya menjadi kekuatan ekonominya. Sebagaimana melansir di BBC, setiap orang mengenakan perhiasan perak dan emas. Bahkan anjing raja pun mengenakan kalung emas. 

Emas bukan satu-satunya ketenaran Wagadu. Ibu kotanya, Koumbi Saleh, adalah rumah bagi 20.000 orang yang bertengger di tepi Gurun Sahara. Seperti yang diceritakan Khan Academy, diperkirakan bahwa penduduk Wagadu memiliki praktik irigasi dan pertanian yang cukup maju. Itu memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan iklim di Afrika yang ekstrem. 

5. Kerajaan Nri

Suku Igboland, di antaranya Kerajaan Nri yang berpengaruh, adalah negara-bangsa super-pasifis dan sangat teokratis di wilayah umum Nigeria modern. Mereka mengandalkan perdagangan dan agama untuk memperkuat eksistensinya.

Sayangnya, kontribusi dan landmark mereka (termasuk beberapa patung perunggu yang menakjubkan) dilupakan hari ini. Itu terjadi karena mereka tidak memiliki sistem kerajaan pada umumnya, sehingga orang-orang Eropa tidak pernah menganggap peradaban mereka.  

Orang Igbo muncul pada 900-an M dan menciptakan agama seperti sekte untuk membentuk sebuah kerajaan. Chanda Burrage di Pennsylvania State University menceritakan bahwa pemimpin “kerajaan” Nri mirip seperti penguasa religius.

Posisi itu tidak diwarisi, namun pemimpin akan dipilih karena kekuatan mistiknya. Ia tidak memiliki otoritas militer dan hanya menunjukkan semacam pengaruh agama.

Seperti kutipan dari majalah Punch, saat ini, orang Igbo masih menjadi budaya dominan di wilayah tersebut dan mempertahankan beberapa praktik tradisional. Think Africa mencatat bahwa monarki Nri menjadi salah satu yang tertua yang masih ada. Juga masih berperan dalam politik dan budaya Nigeria. 

6. Great Zimbabwe 

Menurut UNESCO, kota “hilang” yang sangat besar di Zimbabwe tengah ini berasal dari tahun 1100 hingga 1450 Masehi. Orang Eropa tidak yakin kalau peradaban ini adalah buayan orang Afrika, akhirnya muncul beberapa isu tentang “rasisme”, seperti yang tertulis di The Guardian. Seperti yang Dr. Nancy Demerdash tunjukkan, yang menulis catatan di Khan Academy, struktur batu besar Zimbabwe menjadi konstruksi pra-modern terbesar di Afrika setelah piramida.

Tiga situs utama terdiri dari serangkaian dinding batu besar dan lebih dari 250 rumah kerajaan. Tak lupa bangunan untuk setiap orangnya, setidaknya 20.000 di antaranya tinggal di kota. 

Britannica mencatat bahwa peneliti cukup yakin orang-orang yang tinggal di sana adalah Shona. Mereka memiliki peternakan sapi, membangun alat-alat yang luar biasa, dan juga berdagang. tetapi mereka sudah lama pergi saat pedagang Portugis muncul di tahun 1500-an.

Sekian tulisan mengenai Peradaban Kuno Afrika Termasyhur dalam Sejarah Dunia (Part 1). Tunggu part 2, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.