Ramai Video Aksi Anak-Anak Freestyle Saat Shalat

oleh -367 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Ramai di media sosial video aksi anak-anak kecil melakukan freestyle saat shalat. Mereka mengangkat kedua kaki ke atas dan kedua tangan menahan tubuh saat posisi sujud. Di banyak video yang beredar, aksi tersebut tampak dilakukan di dalam masjid saat sedang shalat.

“info mesjid di bandung yang ada bocah2 bginian dong lurrr pengen gw keplakinnnn,” tulis akun @wartafana yang mengunggah aksi freestyle tersebut.

info mesjid di bandung yang ada bocah2 bginian dong lurrr pengen gw keplakinnnn anjingggg pic.twitter.com/jiXInqGO1o — allysa (@wartafana) April 18, 2021

Unggahan berisi kumpulan video aksi freestyle yang dilakukan oleh anak-anak kecil itu diduga meniru aksi karakter di salah satu game.

Warganet pun menanggapi dengan komentar beragam.

Rata-rata mereka menyayangkan aksi yang dilakukan mereka.

Lantas, bagaimana tanggapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait hal ini?

Tanggapan MUI

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas menanggapi aksi freestyle yang dilakukan oleh anak-anak kecil tersebut.

Menurutnya, anak-anak memang biasa bersikap usil.

Ia pun mengingatkan orang dewasa yang mengetahui aksi anak-anak di dalam masjid agar bersikap arif saat menghadapinya.

“Kita harus bisa mendidik dan membimbing mereka. Kalau dia salah kita betulkan dan kita luruskan dengan baik-baik sehingga mereka sadar akan kesalahannya dan mereka betah serta senang berada di masjid,” ujar Anwar saat dihubungi Kompas.com, Minggu (25/4/2021).

Pihaknya mengingatkan agar jangan sampai sebagai orang dewasa mengingatkan dengan cara yang kasar.

Cara kasar ini seperti marah-marah hingga memukul mereka karena hal ini bisa menyebabkan anak trauma.

“Karena bisa-bisa dia takut dan trauma untuk datang ke masjid,” ujar dia.

Jika anak sampai trauma datang ke masjid, menurutnya, hal tersebut akan merugikan diri sendiri dan menjadi sesuatu yang tidak disukai oleh Tuhan.

“Kalau itu yang terjadi (anak trauma), yang rugi kita dan Tuhan pun saya rasa akan marah kepada kita karena gara-gara sikap dan tindakan kita seorang anak menjadi jauh, dan bahkan takut untuk datang ke masjid,” pungkas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *