Restorasi Benteng Pendem Ngawi oleh Kementerian PUPR

oleh -242 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai menata Benteng Van den Bosch atau Benteng Pendem, kawasan cagar budaya di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (Jatim). Upaya itu dilakukan usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pada 1 Februari 2019. (cva)

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan, konsep revitalisasi Benteng Pendem akan sesuai dengan fungsi kota sebagai tujuan wisata. Juga keselarasan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal, mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan. Pekerjaannya melibatkan pemerintah daerah (pemda) setempat.

“Revitalisasi Benteng Pendem yang Kementerian PUPR lakukan tetap mengedepankan prinsip-prinsip pelestarian bangunan gedung cagar budaya,” ujarnya. Destinasi wisata ini memiliki bangunan bersejarah dengan arsitektur bergaya Eropa.

Pemugaran

Bangunan bersejarah tersebut merupakan benteng peninggalan Belanda yang dulunya berfungsi sebagai pusat pertahanan, gudang peluru, dan barak pasukan. Kondisinya saat ini terlihat memprihatinkan dan minim perawatan.

Dinding bangunan utama yang berada di kawasan tersebut rusak dan kusam. Mencuplik situs web Kementerian PUPR, beberapa bagian bangunan juga hilang.

Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR telah memulai restorasi Benteng Pendem per 10 Desember 2020. Pemugaran tetap melindungi elemen-elemen bangunan utama sesuai tahapan pelestarian bangunan gedung cagar budaya sehingga tidak menghilangkan arsitektur asli bangunan.

Terdapat 13 bangunan yang akan mereka restorasi. Di antaranya barak tentara, mes perwira, dapur umum, kediaman dan kantor jenderal, baston, serta gerbang.

Penataan kawasan seluas 42.181 meter persegi juga dengan membangun jalan, drainase, pedestrian, jembatan, dan lansekap. Pun terdapat fasilitas tambahan, seperti deep wheelpower house, toilet, tempat pemrosesan akhir (TPA), dan sarana prasarana air bersih.

“Saya harap, program revitalisasi Benteng Pendem dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik atau mancanegara sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat lokal,” tandas Basuki.

Restorasi dilaksanakan kontraktor PT Nindya Karya (Persero) dengan masa pengerjaan 780 hari kalender dan ditargetkan selesai Januari 2023. Anggaran yang tergelontor sebesar Rp113,7 miliar, dengan skema tahun jamak.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Ngawi, Totok Sugiharto mengatakan, Benteng Pendem Ngawi saat ini tengah direstorasi dan akan selesai pada awal 2023.

Saat ini, benteng yang juga terkenal sebagai Benteng Van Den Bosch tersebut masih di bawah kelolaan TNI. Namun, terdapat pembicaraan soal rencana ke depan usai pemugaran selesai.

“Bentengnya masih di bawah TNI. Jadi Dinas Pariwisata hanya untuk pemanfaatan ketika sudah selesai dan dapat menjadi obyek wisata. Tapi belum ada kesepakatan karena prosesnya panjang,” kata dia kepada Kompas.com, Jumat (16/4/2021).

Bukan tempat wisata, tapi masyarakat boleh berkunjung

Adapun, Benteng Pendem Ngawi sebenarnya belum secara resmi menjadi tempat wisata. Namun, pihak TNI mengizinkan masyarakat berwisata ke sana lantaran aksesnya terbuka untuk kunjungan.

Selama ini, pihak Totok tidak mempromosikan Benteng Pendem sebagai tempat wisata, melainkan hanya sebagai benteng bersejarah Kabupaten Ngawi.

“Kita promosikan dan perkenalkan ke masyarakat bahwa Ngawi punya benteng. Saya berharap nanti (Benteng Pendem) bisa menjadi obyek wisata, cagar budaya yang menjadi ikon Ngawi,” ucapnya.

Jika ingin berkunjung, Totok mengatakan bahwa saat ini ada kemungkinan wisatawan tetap bisa ke sana, meski kapasitas akan terbatas.

Selain karena pandemi, juga agar kunjungan tidak menggangu proses pemugaran. Harga tiket masuk Benteng Pendem Ngawi adalah Rp 5.000 per orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.