Review Film Generasi 90an: Melankolia (2020)

oleh -373 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Halo cinelovers! Selamat berakhir pekan, ya! Di tulisan kali ini aku mau mengulas sebuah film yang bertajuk Generasi 90-an: Melankolia(cva)

Film ini diangkat dari buku Marchella F.P yang berjudul Generasi 90-an. Buku ini merupakan buku ilustratif penggambaran masa remote control, masa teknologi digital masih banyak membaur dengan teknologi tradisional.

Generasi 90-an: Melankolia berkisah tentang sekelompok orang berpusat pada satu keluarga dan satu sahabat keluarga tersebut, yang melalui masa duka karena kehilangan seseorang.

Penasaran? Langsung simak dibawah ini, ya!

Sinopsis

Film ini berkisah tentang Abby (Ari Irham) yang tengah dilanda kesedihan lantaran kehilangan kakaknya, Indah (Aghniny Haque), dalam kecelakaan pesawat. Indah adalah sosok kakak yang sangat Abby kagumi, meski keduanya sering bertengkar.

Kepergian Indah membuat Abby kesulitan menerima kenyataan, ia tak pernah menyangkan kakaknya akan meninggalkannya dalam waktu cepat. Duka atas kehilangan sosok panutannya membuat Abby bahkan menyalahkan dirinya sendiri atas peristiwa yang merenggut nyawa kakaknya. Kedua orang tuanya juga terpukul atas kepergian putri sulungnya, hidup mereka pun menjadi hampa.

Di saat Abby kehilangan semangat dalam melanjutkan hidup, Sephia (Taskya Namya) selalu hadir untuk memberikan dukungan. Sephia adalah sahabat Indah sejak kecil. Ia bahkan telah dianggap seperti anak sendiri oleh orang tua Indah. Keberadaan Sephia seakan membawa harapan baru untuk Abby.

Kelebihan

Semua pemeran karakter utama di film ini berhasil membawakan perannya masing-masing dengan rapi. Meskipun terkesan monoton karena hanya menonjolkan dampak panjang dari kesedihan, kita bisa merasakan emosi yang mendalam dari tiap peran yang dibawakan.

Dalam film ini ada lagu “Cinta Kan Membawamu Kembali” yang dinyanyikan penyanyi kondang Reza Artamevia dan pantas mendapat credit lebih. Sebagai lagu pengiring, ia berhasil menghanyutkan penonton dengan adegan Abby yang penuh haru.

Kekurangan

Meskipun menggunakan embel-embel “90an”, nyatanya film ini berlatar pada 2017—2018. Kesan visual era 1990-an hanya ditonjolkan melalui rumah keluarga Abby yang terlihat jadul dan segala properti vintage milik keluarganya. Oh ya, ada satu yang bikin kurang nyaman bagi sebagian penonton, yakni kamera yang beberapa kali menampilkan blur yang cukup mengganggu.

Sayangnya, fase penyelesaiannya bisa dikatakan kasar, karena tak benar-benar ada hal untuk menjembatani menuju pemecahan masalah. Abby dan keluarganya bisa ikhlas dengan kehilangan Indah, tetapi pemicu mereka menjadi ikhlas hampir tak ada. Jika berbicara hanya masalah waktu, hampir tak ada gradasi dari kesedihan para keluarganya.

Kesimpulan

Secara garis besar, film Generasi 90an: Melankolia adalah tontonan yang cocok buat pecinta drama. Kesedihan dan keterpurukan jadi bumbu utama di film ini, sehingga kita nggak bisa berharap banyak tentang transformasi karakter di penghujung cerita. Lebih dari itu, para pemeran berhasil membawakan karakternya masing-masing dengan emosi yang mendalam.

Produser dan sutradara menyampaikan dua pesan khusus lewat film Generasi 90an: Melankolia. Yang pertama, mengingatkan kita bahwa kesedihan dan kebahagian adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Manusia selalu punya cara untuk menyelesaikan masalah. Kedua, agar penonton bisa berempati terhadap keluarga korban kecelakaan pesawat terbang yang harus kehilangan orang-orang tercinta secara tiba-tiba

Jika melihat film sebagai seni estetika visual saja, Generasi 90-an: Melankolia dan film-film Visinema lainnya hampir tanpa cela. Namun, visual film pun harus berbahasa dan jika ingin lebih baik lagi, harus bersastra. Dalam berbahasa visual, film ini masih agak hampa.

Penonton diajak untuk belajar mengikhlaskan, karena meski tidak mudah, ikhlas merupakan sebuah proses yang harus dipelajari untuk tetap melanjutkan hidup setelah mengalami rintangan yang pahit.

Itu tadi ulasanku mengenai film Generasi 90-an: Melankolia. Next bahas film apalagi, nih?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.