UGM Resmikan Pusat Kajian Kuliner dan Gastronomi

oleh -62 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Indonesia memiliki kekayaan kuliner dan gastronomi yang luar biasa. Sayangnya belum banyak dokumentasi dan kajian ilmiah tentang hal tersebut. (cva)

Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM)  menginisiasi Pusat Kajian Kuliner di Indonesia, dengan meluncurkan Pusat Kajian Kuliner dan Gastronomi Indonesia pada Selasa (30/3/2021) lalu.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Dr. Sandiaga Salahuddin Uno meresmikan peluncuran pusat kajian kuliner ini secara daring, bersamaan dengan webinar bertajuk ‘Gastronomi Indonesia: Soft Power yang Powerful Dalam Membangun Kesejahteraan Bangsa’.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Dr. Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi langkah UGM dengan Pusat Kajian Kuliner dan Gastronomi Indonesia.

“Di Kemenparekraf ada sertifikasi CHSE yakni cleanlineshealthysafety, dan environment sustainability. Saya harap, kuliner dan gastronomi memenuhi syarat CHSE sehingga mengembalikan kepercayaan pelanggan. Selain itu juga mewujudkan rasa aman dan nyaman dalam berwisata dan menikmati produk kreatif termasuk bidang kuliner,” urainya. 

Sandiaga menjelaskan Kemenparekraf mendukung pertumbuhan dan perkembangan kuliner dan gastronomi di tanah air melalui inkubasi pada pelaku ekonomi kreatif. Menurutnya dalam usaha/bisnis perlu pendampingan serta pembiayaan agar dapat sukses. Jika dilakukan selaras dan sinergi maka akan mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.

“Kita sudah ketinggalan maka harus sprint secara maraton dan mudah-mudahan ini jadi langkah strategis untuk meningkatkan kontribusi PDB. Kontribusi ke PDB saat ini baru 14,99 persen dan targetnya bisa meningkatkan hingga 30 persen,” jelasnya.

Webinar

Dalam Webinar dan Launching Pusat Kajian Kuliner dan Gastronomi Indonesia (PK2GI) pada Selasa (30/3). Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Eni Haryani menjelaskan, gastronomi adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan seni, praktik, dan kajian tentang pemilihan, penyiapan, produksi, penyajian, serta penikmatan berbagai makanan dan minuman.

“Cakupan gastronomi itu luas sekali. Mulai dari sejarah bahan pangan, cara mengolah hidangan, hingga kebiasaan makan termasuk legendanya,” tambah Eni.

Dia berpendapat, Indonesia memiliki beragam pengetahuan asli dan kearifan lokal yang belum banyak diungkap. Oleh sebab itu, supaya dapat terkenal dan terakui kebenarannya, informasi itu perlu kita himpun menjadi ilmu, melalui proses yang terstruktur dan sistematis.

“Jika kita dapat mengelola dengan optimal, ini dapat berdampak luas sekaligus mensejahterakan,” ungkapnya. Hal tersebut yang kemudian melatarbelakangi UGM mendirikan PK2GI yang akan mendokumentasikan, memetakan, mempelajari, mengembangkan, dan mengenalkan gastronomi Indonesia secara luas,” imbuhnya.

Redaktur Senior Jurnal Prisma, Ismid Hadad turut hadir dalam acara ini. Dalam sambutannya, ia menilai bahwa gastronomi merupakan topik yang baru dan relevan untuk Indonesia saat ini tapi belum banyak dibahas publik pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *