10 Peraturan Aneh Pada Zaman Romawi (Part 2)

oleh -105 views
10 Peraturan Aneh Pada Zama Romawi

ZETIZEN RADAR CIREBON – Halo sobat! Seperti biasa, kita akan kembali membahas peraturan aneh pada zaman Romawi kuno. Anyway, yang belum baca part 1 nya, baca dulu ya! Wajib banget. Soalnya, yang pertama bisa menambah pengetahuan dan kedua, aku jadi senang!

Oke deh, langsung aja kita bahas 10 peraturan aneh pada zaman Romawi part 2. Sudah siap kan, guys? Kali ini mungkin lebih parah dari sebelumnya. Penasaran kan? Ayo kita bahas! (rsn)

1. Seseorang Yang Mati Tersambar Petir Tidak Mendapatkan Pemakaman

Bangsa Romawi sangat membenci jika ada seseorang yang mati tersambar petir. Alih-alih memberi pemakaman yang layak, mereka justru membiarkan jasad orang tersebut sampai membusuk. Ini dikarenakan menurut kepercayaan mereka, seseorang yang mati tersambar petir adalah bentuk hukuman dari Jupiter (Zeus dalam budaya Yunani).

Dan jika mereka mencoba menolong atau memberi pemakaman pada jasad tersebut, berarti mereka mencuri pengorbanan untuk Jupiter. Orang yang menolong jasad tersebut akan dijadikan pengorbanan sebagai gantinya.

2. Meminta Izin Kepada Senat Jika Ingin Bunuh Diri

Pemerintah Romawi kuno memiliki peraturan yang sangat ketat mengenai bunuh diri, penggunaan obat-obatan dan racun. Orang Romawi kuno yang menderita depresi berat diperbolehkan untuk mengakhiri hidupnya, tentu dengan persetujuan senat. Mereka yang mendapatkan persetujuan akan diberikan racun oleh pemerintah untuk mengakhiri hidupnya.

Tetapi, tidak semua orang Romawi bisa melakukan hal ini. Yang diperbolehkan untuk mengakhiri hidupnya hanya mereka yang dalam kondisi benar-benar sudah tidak bisa ditolong atau disembuhkan. Selain itu, tentara, budak, dan penjahat tidak diperbolehkan melakukan hal ini karena dianggap akan merugikan negara.

3. Ayah Tidak Boleh Menjual Putranya Lebih Dari Tiga Kali

Perdagangan manusia di zaman Romawi kuno merupakan hal yang legal. Begitu juga dengan seorang ayah yang menjual anak laki-lakinya kepada orang lain sebagai budak sampai waktu yang ditentukan.

Meskipun tindakan menjual anak laki-laki sendiri adalah tindakan legal, seorang ayah tidak boleh menjual putranya lebih dari tiga kali. Jika peraturan ini dilanggar, ayah akan dihukum berat dan kehilangan haknya sebagai orangtua dari anak tersebut.

4. Ayah Boleh Membunuh Seluruh Keluarganya

Di zaman Romawi kuno, seorang ayah memiliki kuasa penuh atas keluarganya. Jika seorang anak melakukan kesalahan, maka ayah diperbolehkan untuk menghukumnya bahkan membunuh anaknya sendiri tanpa takut diadili.

Kuasa ini bukan berlaku bagi anak yang masih kecil saja, anak yang sudah dewasa, menikah juga memiliki keluarga baru masih termasuk dalam kuasa ini. Anak-anak sendiri baru dinyatakan bebas saat sang ayah sudah meninggal.

5. Kaum Wanita Harus Keluar Rumah Tiga Hari Dalam Setahun

Jika terlalu lama berpegang pada sesuatu, maka benda itu menjadi milik secara legal, demikian juga dengan manusia. Peraturan ini disebut usuacpio, yaitu peraturan lama waktunya untuk memiliki sesuatu sebelum boleh dijadikan properti.

Secara legal, istri menjadi benda milik suami jika dia tinggal bersama sepanjang tahun. Jika ingin mempertahankan kebebasannya, istri harus pergi dari rumah selama tiga hari berturut-turut dalam setahun. Jika istri tidak melakukan hal ini, maka ia telah menjadi benda milik suami.

Baca juga : 10 Peraturan Aneh Pada Zaman Romawi (Part 1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.