City Pop, Genre Lagu Lama yang Kembali Populer

oleh -81 views
Source: Japanese Culture Center

ZETIZEN RADAR CIREBON – Dalam dunia musik, sering terjadi di mana suatu musik yang kurang populer di abaikan oleh suatu generasi. Namun, setelah melalui beberapa siklus dan generasi, akhirnya musik tersebut kembali populer. Sehingga menciptakan tren baru dan memicu “nostalgia” bagi pendengar yang bahkan tidak hidup pada zaman itu. Salah satunya adalah City Pop, genre lagu “mati” yang kembali populer di generasi baru. (Zhorif)

Source: Spotify

City Pop (シティ・ポップ, shitī poppu) adalah kategori atau genre musik pop Jepang yang muncul pada akhir 1970-an. Awalnya, genre ini di sebut sebagai cabang dari genre baru, di mana musik Jepang yang mengandung unsur lagu barat. Contohnya adalah unsur dari lagu soft rock, R&B, funk, disco, dan masih banyak lainnya.

Baca juga: Hans Zimmer, Musisi yang Karyanya Dapat Membuat Film Apapun Menjadi Ikonik

Source: Chordify

Dengan menggabungkan genre-genre yang telah di sebutkan, City Pop memberikan semacam vibe “kegembiraan yang surealis”. Genre tersebut secara tidak langsung tercipta akibat ledakan ekonomi dan teknologi pascaperang. Sehingga lagu-lagu di tulis oleh musisi kota yang menikmati gaya hidup cosmopolitan mewah baru mereka.

Source: Digital Arts

Di luar Jepang, genre tersebut mungkin di lihat sebagai musik Jepang 1980-an biasa. Namun City Pop sebenarnya jauh dari itu. Genre City Pop adalah genre yang sangat luas, dan lebih ke vibe dan perasaan daripada genre. Karena itu, genre ini tidak memiliki definisi yang nyata dan hanya terkait erat ke rekreasi karya baru yang di ciptakannya.

Baca juga: Hayami Saori, Voice Actress Bersuara Halus Dengan Bakat yang Luar Biasa

Source: AIR/RVC

Penyebab utama dari kembali populernya genre ini adalah algoritma YouTube. Dengan tersebarnya lagu Plastic Love (Mariya Takeuchi), Mayonaka no Door (Miki Matsubara), dan Ride on Time (Tatsuro Yamashita), City Pop kembali populer tidak hanya di Jepang, tetapi juga di mancanegara. Dan akhirnya mendapatkan perhatian yang tidak di dapat pada masanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.