Everywhere at the End of Time, Arti dan Penjelasan Setiap Stage Part 2

oleh -799 views
Source: Ivan Seal

ZETIZEN RADAR CIREBON – Everywhere at the End of Time, sekumpulan album yang indah namun mengerikan ciptaan The Caretaker alias Leyland James Kirby, adalah penggambaran tentang bagaimana rasanya mengalami dementia melalui media musik. Setiap stage menjelaskan langkah-langkah menuju dementia, yang merupakan sindrome di mana penderitanya perlahan-lahan kehilangan fungsi otak yang di mulai dari kehilangan memori sampai lupa cara melakukan apapun. Mulai dari stage 1 yang berisi jazz tahun 30s/40s sampai stage 6 yang hampa. Part 1 dapat di baca di sini. (Zhorif)

Stage 4

Source: Ivan Seal

“Post-Awareness Stage 4 is where serenity and the ability to recall singular memories gives way to confusions and horror. It’s the beginning of an eventual process where all memories begin to become more fluid through entanglements, repetition and rupture.”

Di stage ke-4 ini suara yang kacau dan pecah mulai menjadi lebih dominan daripada lagu-lagu lama yang penuh distorsi. Sebagaimana memori-memori hidup kita mulai menyatu dan perlahan menghilang. Sampai mengingatnya saja akan menenggelamkan diri dalam kebingungan dan ketakutan. Banyak yang percaya bahwa cover album stage ke-4 ini adalah referensi dari lukisan Girl with a Pearl Earring. Menggambarkan bagaimana seseorang mencoba mengingat sesuatu yang terasa familiar, namun tidak bisa dan hanya menyakiti diri sendiri.

Stage 5

Source: Ivan Seal

“Post-Awareness Stage 5 confusions and horror. More extreme entanglements, repetition and rupture can give way to calmer moments. The unfamiliar may sound and feel familiar. Time is often spent only in the moment leading to isolation.”

Album ke-5 dari Everywhere at the End of Time ini meninggalkan style musik album sebelumnya, karena kita tidak dapat merasakan musik atau apapun di dalamnya. Terkadang dalam beberapa bagian dapat mendengar suatu musik yang pada stage sebelumnya pernah di putar. Namun kemudian suara distorsi yang rusak kembali seakan-akan menghantui kita. Stage ini menginspirasi kebingungan dan ketakutan, pekikan meminta bantuan yang gagal dengan kekosongan yang luar biasa.

Stage 6

Source: Ivan Seal

“Post-Awareness Stage 6 is without description.”

Tidak ada keterangan, tidak ada penjelasan, hanya setengah jam penuh suara yang tidak jelas. Kebingungan yang sangat tebal, sampai lupa cara melupakan. Di menit-menit terakhir, nyanyian paduan suara datang dengan melodi yang menghantui. Satu-satunya dan melodi terakhir yang di dengar setelah berjam-jam penuh disonansi dan distorsi. Bagian ini kemungkinan mencerminkan kematian yang damai di mana sang penderita tidak lagi menderita, dan semua ingatan yang kembali. Di akhiri dengan semenit penuh kehampaan dan keheningan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.