Gigabyte Diboikot Usai Ejek Barang Buatan China Berkualitas Rendah

oleh -157 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Perang dagang antara sesama pembuat hardware computer China dan Taiwan kembali terjadi. Kali ini melibatkan Gigabyte, dari Taiwan, yang akhirnya menjadi sasaran pemblokiran China. (cva)

Itu semua terjadi setelah Gigabyte mengolok-olok China bahwa produk buatan mereka berkualitas rendah. Bermula dari sebuah iklan laptop terbaru, Gigabyte menyebut bahwa mereka membuat semuanya di Taiwan. Karena di negara asalnya, kontrol kualitas jauh lebih ketat dan lebih baik.

“Sebagai produsen laptop dan komponen yang berbasis di Taiwan, kami memastikan bahwa 90 persen laptop kami buat secara lokal di Taiwan. Tidak seperti merek lain yang memilih manufaktur kontrak berbiaya murah dan berkualitas rendah di China, Gigabyte Technology berkomitmen untuk memproduksi komponen dan laptop yang sangat baik dan berkinerja tinggi,” demikian bunyi iklan itu.

Tak menunggu lama, reaksi online dari China langsung datang. Liga Pemuda Komunis China yang lebih dulu memberi reaksi. Kelompok ini memiliki 16 juta pengikut di Weibo, dan diakui sangat militan membela patriotisme negaranya. Grup ini rata-rata dihuni milenial, dengan rekam jejak heroisme yang menggebu. Mereka tercatat pernah menjungkalkan produk Swedia, H&M, karena tak mau membeli kapas dari Xinjiang usai menuduh pemerintah China melanggar HAM.

Dengan tangkapan layar dari iklan kontroversial Gigabyte ini, grup itu menyertakan caption yang langsung mencekik leher.

“Gigabyte, siapa yang memberimu begitu banyak keberanian?” tulis mereka.

Liga Pemuda, yang memiliki hampir 16 juta pengikut di Weibo, telah lama memposisikan dirinya sebagai pendukung patriotisme di media sosial China. Pada bulan Maret, mereka mengkritik merek pakaian Swedia H&M karena penolakannya untuk membeli kapas dari Xinjiang, di mana pemerintah China katanya terlibat dalam pelanggaran HAM.

Klarifikasi

Gigabyte, yang telah memiliki pabrik di Ningbo, pusat industri China timur sejak 2003, meminta maaf tidak lama kemudian. Perusahaan tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka selalu mendukung prinsip “One China” – sikap politik Beijing yang mengakui China daratan dan Taiwan sebagai bagian dari sebuah negara.

“Beberapa konten yang baru-baru ini terpublikasikan di situs resmi kami sangat tidak sesuai dengan fakta, suatu kejadian karena manajemen internal yang buruk oleh perusahaan,” kata Gigabyte dalam postingan di Weibo . “Kami memiliki jalur produksi di seluruh daratan China, yang menyumbang 90 persen dari produksi kami. Gigabyte bangga dengan kualitas manufaktur China.”

Sayangnya permintaan maaf tersebut gagal memadamkan kemarahan online.

“Anda tidak memiliki kesempatan lagi,” komentar salah satu pengguna Weibo di postingan Gigabyte. “Serius, jangan sia-siakan energimu. Anda telah melewati garis merah dari pemerintah pusat. “

Tidak sampai di situ saja, selang tak berapa lama produk tersebut menghilang dari sebagian besar platform e-commerce China. Pencarian kata kunci untuk “Gigabyte” tidak membuahkan hasil di JD.com dan Suning. Toko tersebut terdapat di Tmall, pasar online yang Alibaba Group Holding jalankan tetapi tidak memiliki daftar produk, demikian melansir dari South China Morning Post.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.