Google: Mengenang Sosok Go Tik Swan

oleh -138 views
K.R.T. Hardjonagoro

ZETIZEN RADAR CIREBON- Pada hari ini, Selasa (11/5/2021) Google kembali mengangkat tokoh Indonesia menjadi tema doodle nya. Kali ini Google mengangkat tema Go Tik Swan yang merupakan budayawan dan juga sastrawan yang juga merupakan pelopor batik Indonesia.

Oleh karena itu, kali ini mimin akan membahas seputar profil dari Go Tik Swan. Simak ulasan berikut. (fb)

Baca juga: Asal Mula Mitologi Yunani

Profil

Wijaya Journal: Go Tik Swan/K.R.T. Hardjonagoro (Panembahan Hardjonagoro)  died in Solo, Wednesday, November 5, 2008
Source by Wijaya Journal

Go Tik Swan atau yang biasa orang kenal sebagai K.R.T. Hardjonagoro merupakan seorang  budayawan dan sastrawan Indonesia yang menetap di Surakarta kelahiran 11 Mei 1931. Ia meninggal pada usianya yang ke 75 tahun pada 5 November 2006 lalu.

K.R.T. Hardjonagoro merupakan putra sulung dari keluarga Tionghoa yang termasuk kedalam golongan Cabang Atas atau priyayi Tionghoa di kota Solo. Karena kedua orang tuanya merupakan orang yang sibuk, akhirnya Harjonagoro diasuh oleh kekek dari pihak ibunya yang merupakan seorang pengusaha batik Solo.

Sejak kecil, Hardjonagoro kerap mendengar dongeng tentang Dewi Sri dan berbagai cerita tradisional Jawa lainnya. Karenanya, Hardhonagoro kecil sudah mengenal kebudayaan Jawa seperti mocopat, pedalangan, gending, Hanacaraka, dan tarian Jawa.

Dahulu Tik Swan Hardjonagoro bersekolah di Neutrale Europesche Lagere School warga kraton, anak-anak ningrat, anak-anak pemuka masyarakat, dan anak-anak pembesar Belanda karena ia merupakan anak dari pemuka masyarakat Tionghoa pada saat itu.

Seusai perang, Tik Swan Hardjonagoro belajar di MULO, Semarang kemudian lanjut ke VHO Voortgezet Hooger Onderwijs (VHO) di Semarang. Setelah lulus, orang tuanya menginginkan agar ia berkuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Namun karena sudah terlanjur sayang kepada kebudayaan Jawa, ia secara diam-diam masuk jurusan Sastra Jawa di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Batik Indonesia

The batik of Go Tik Swan Penambahan Hardjonagoro at Jakarta Textile Museum  – The Language of Cloth
Source by The Language of Cloth

Setelah sempat tampil menari di Istana dan membuat terkesan Presiden Soekarno dan kemudian Presiden Soekarno mengetahui bahwa Tik Swan Hardjonagoro sudah turun-temurun mengusahakan batik, Presiden Soekarno pun akhirnya menyarankan agar ia menciptakan “Batik Indonesia”.

Ia pun kemudian tergugah dan kemudian ia langsung pulang ke Solo untuk belajar segala sesuatu tentang batik, termasuk sejarah dan falsafahnya. Karena hubungannya yang sangat akrab dengan keraton Solo membuat ia dapat belajar langsung dengan ibunda Susuhunan Paku Buwana XII yang memiliki pola batik pusaka.

Kemudian ia pun mengembangkan pola batik langka maupun tradisional tanpa menghilangkan ciri dan makna yang hakiki. Pola yang sudah ia kembangkan tersebut ia warnai dengan warna yang sangat cerah dan akhirnya terlahirlah “Batik Indonesia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.