Ini Dia Teknik Kendarai Motor MotoGP

oleh -178 views

ZETIZEN RADAR CIREBON – Balapan MotoGP tak cuma asal ngegas. Ada teknik yang harus pebalap lakukan agar motornya bisa melaju cepat di atas lintasan. Mengendarai motor adalah sesuatu yang hampir semua orang bisa lakukan. Tapi untuk melaju kencang, sejumlah teknik, seperti yang para pebalap gunakan di MotoGP, harus diterapkan. (cva)

Laman Box Repsol menyebutkan setidaknya ada lima teknik mengendarai motor MotoGP yang pebalap terapkan untuk melaju cepat. Apa saja?

1. Bikin Motor Selip

Pada motor MotoGP, pebalap memiliki program kontrol traksi di ECU yang mencegah roda belakang selip. Tapi untuk berkendara cepat, pebalap perlu motornya untuk selip dalam jumlah yang tepat. Ada yang lebih suka motor lebih banyak selip atau kurang. Kuncinya, pebalap harus tahu bagaimana cara menguasainya agar bisa membelokkan motor.

Saat pebalap membuat roda belakang selip, motor akan berbelok dengan cara yang jauh lebih cepat. Dengan begitu, motor berada dalam posisi yang lebih baik untuk berakselerasi secepat mungkin saat keluar dari tikungan.Selain itu, meskipun terlihat aneh, ban mencapai tingkat cengkeraman maksimumnya saat sedikit selip di aspal. Teknik ini sering dipakai banyak pebalap. Misalnya Marc Marquez yang kerap terlihat ban belakang motornya seperti ‘ngesot‘.

2. Posisi Badan

Saat akselerasi, pengereman, belok, atau berkendara dengan kecepatan tinggi, posisi badan sangat penting. Pebalap belajar bagaimana menyesuaikan motor mereka dan memanfaatkan gerakan serta tenaga yang pebalap itu sendiri hasilkan untuk menyesuaikan posisi tubuh mereka.

Salah satu tantangan terbesar saat mengendarai motor MotoGP adalah mencapai ketahanan aerodinamis yang paling mungkin. Berkenaan dengan tujuan ini, para insinyur mengerjakan aerodinamika sepeda untuk memungkinkannya memotong udara dengan sedikit usaha. Tapi jika pebalap tidak mengadopsi posisi yang sesuai, turbulensi dan perlambatan aerodinamis yang terjadi akan mengakibatkan hilangnya kecepatan.

Sangat penting untuk memberi perhatian khusus pada posisi pengendara di motor, sehingga mereka bisa serendah mungkin di belakang kaca depan untuk mencapai kecepatan tinggi.Secara berbelok, pebalap perlu melepaskan tubuh dari motor agar bisa melaju cepat di tikungan. Saat keluar tikungan, para pebalap MotoGP segera mengangkat motor. Dengan tindakan ini, mereka mendapatkan traksi saat keluar dari belokan sambil mempertahankan belokan dan pusat gravitasi rendah untuk membantu melewati setiap belokan dengan lebih cepat.

3. Pengereman

Rem motor MotoGP adalah elemen paling bertenaga. Energi yang dapat dihasilkan melebihi cengkeraman ban dan gravitasi.

Di MotoGP, Anda bisa melihat pebalap mengerem dengan hanya mengandalkan satu jari untuk menekan tuas rem depan. Misalnya Marc Márquez yang hanya menggunakan jari telunjuknya. Cara menggunakan elemen ini lebih merupakan preferensi untuk setiap pebalap. Rem belakang, selain menggunakan pedal kaki kanan, dapat juga melalui handle di ibu jari kiri, yang merupakan opsi yang beberapa pebalap sukai.

Kombinasi kedua rem pada jumlah yang tepat inilah yang memungkinkan motor mengurangi kecepatan dalam jarak sesingkat mungkin tanpa kehilangan kendali. Pebalap MotoGP harus mengerem pada saat yang tepat. Untuk ini, pebalap menggunakan titik referensi seperti rambu di sirkuit. Selain referensi tersebut, perlu juga dilakukan evaluasi terhadap keadaan lintasan, ban, dan sepeda motor.

Selain cakram depan dan belakang, elemen mekanis ketiga yang berperan dalam pengereman adalah engine brake. ECU memiliki program khusus dengan berbagai pemetaan agar pebalap dapat mengatur besaran engine brake yang diinginkannya.

Secara umum pengereman motor dengan menggunakan rem depan 70%, dan 30% sisanya antara rem belakang dan engine brake. Kuncinya terletak pada keseimbangan yang halus, meskipun itu saja terkadang tidak cukup untuk menghentikan motor. Untuk mengerem sedikit ekstra, pebalap menggunakan teknik lain.

4. Menggunakan Tubuh Sebagai Rem

Pengereman mendadak pada motor MotoGP hampir mendekati 2g. Tenaga ini tidak hanya datang dari pengereman depan yang akan menyebabkan motor mengalami stoppie yang tidak terkendali, tetapi karena kombinasi motor dan ketahanan tubuh pengendara.

Anda bisa melihat selama balapan pebalap mengangkat tubuh mereka ketika melakukan pengereman. Dengan cara ini, resistansi aerodinamis membantu tenaga pengereman ekstra, sekaligus mencegah ban belakang terangkat saat pengereman keras.

Saat pebalap menunduk untuk mencapai kecepatan tinggi dan ketika pebalap itu mengangkat tubuhnya, akan terlihat efek angin yang mengurangi kecepatan. Hambatan angin yang menerpa tubuh pebalap sedikit banyak membantu motor mengurangi kecepatan.

5. Menggantung Kaki saat Pengereman Sebelum Menikung

Mungkin Anda sering melihat banyak pebalap MotoGP menggantungkan kaki sebelum masuk tikungan. Manuver yang pebalap gunakan MotoGP saat melakukan pengereman ini ada karena berbagai alasan.Pertama untuk meningkatkan efek pengereman aerodinamis. Mungkin kalau hanya menggantungkan kaki efek aerodinamika hanya kecil. Tapi di MotoGP, setiap detail diperhitungkan untuk mendapatkan milidetik pada penghitung waktu. Selain itu, saat kaki menggantung, pusat gravitasi motor tu sedikit, sehingga mencapai stabilitas yang lebih baik saat pengereman. Karena di MotoGP, posisi kaki pebalap biasanya lebih tinggi, dengan cara menurunkan dan menggantungkan satu kaki, terjadi perpindahan massa ke bagian bawah dan belakang motor.

Sumber: Detik.com , Box Repsol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.